Jejak Honda CB, dari Pionir 4-Silinder hingga Ikon Kolektor Dunia

Kusnadi Chahyono
Kusnadi Chahyono
Senin, 05 Januari 2026
Jejak Honda CB, dari Pionir 4-Silinder hingga Ikon Kolektor Dunia

Honda CB92 Super Sport

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Di dunia otomotif roda dua, kode "CB" bukan sekadar deretan huruf, melainkan sebuah identitas yang mendefinisikan standar motor naked dan sport global.

Latar belakang Honda menghadirkan seri CB berakar pada ambisi sang pendiri, Soichiro Honda, pasca Perang Dunia II.

Honda ingin menciptakan sepeda motor yang tidak hanya sekadar alat transportasi murah, tetapi juga memiliki performa tinggi, reliabilitas luar biasa, dan kenyamanan untuk penggunaan jarak jauh (City Bike atau C-series B-type).

Baca Juga: MV Agusta Brutale 950 Serie Oro, Babak Baru Medium Sportbike

Langkah besar ini dimulai pada tahun 1959 dengan peluncuran Honda CB92 Super Sport. Namun, dunia benar-benar tergoncang pada tahun 1969 ketika Honda merilis CB750 Four. Inilah motor pertama yang dijuluki sebagai "Superbike" dunia.

Honda CB750 Four

Kehadirannya dilatarbelakangi oleh keinginan Honda untuk menantang dominasi motor-motor besar asal Inggris dan Amerika.

Mengandalkan mesin empat silinder segaris, rem cakram depan, dan electric starter, CB750 mengubah peta industri motor selamanya karena menawarkan kecepatan luar biasa dengan keandalan yang sebelumnya dianggap mustahil.

Dari Klasik ke Futuristik

Memasuki era 70-an dan 80-an, keluarga CB terus berkembang ke berbagai segmen. Mulai dari mesin kecil yang lincah untuk perkotaan seperti CB100 dan CB125, hingga mesin bertenaga besar seperti CB900F (Bol d'Or).

Pada era 90-an, Honda memperkenalkan teknologi VTEC pada CB400 Super Four, yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu motor empat silinder terbaik untuk penggunaan harian.

Kini, di era modern, Honda CB telah berevolusi menjadi dua arah yang berbeda namun tetap satu akar. Versi terakhir yang menjadi primadona adalah seri Neo Sports Café, yang diwakili oleh CB1000R, CB650R, hingga CB150R.

Desain ini menggabungkan estetika retro minimalis dengan teknologi modern seperti lampu LED bulat, upside down fork, dan fitur elektronik canggih, memenuhi selera pengendara milenial yang menginginkan performa sekaligus gaya hidup.

Honda CB1300 Super Bol d'Or

Varian Edisi Khusus

Bagi para kolektor, seri CB memiliki beberapa varian khusus yang harganya kini melambung tinggi. Beberapa di antaranya yang paling dicari adalah:

  • CB750 Sandcast (1969): Merupakan produksi kloter pertama yang crankcase-nya dicetak menggunakan cetakan pasir. Unit ini sangat langka dan menjadi "holy grail" bagi pecinta motor klasik.
  • CB1100R (1981): Versi homologation special yang diproduksi terbatas untuk balap jalan raya. Motor ini adalah motor produksi terbatas pertama Honda yang berorientasi kompetisi.
  • CB1300 Super Bol d'Or SP: Edisi khusus dengan suspensi Öhlins dan rem Brembo yang hadir sebagai penghormatan terhadap kejayaan balap daya tahan (endurance racing).
  • CB1100 Final Edition: Menjadi incaran karena merupakan penanda berakhirnya mesin berpendingin udara (air-cooled) empat silinder khas Honda yang legendaris.

Baca Juga: Honda CB500 Super Four Diperkenalkan, Dibekali Fitur E-Clutch

Kehadiran Honda CB selama lebih dari enam dekade membuktikan bahwa filosofi Soichiro Honda tentang motor yang menyenangkan namun andal tetap relevan.

Dari jalanan sempit di Tokyo hingga sirkuit balap internasional, Honda CB telah menuliskan sejarah sebagai motor yang tidak hanya membawa pengendara ke tujuan, tetapi juga memberikan kebanggaan di setiap putaran mesinnya.

Tags:

#Motor Honda #Honda CB1000F #Honda CB400 Super Four #Motor Retro

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan