KabarOto.com - Banyak perusahaan logistik masih menganggap efisiensi berarti menekan biaya sebanyak mungkin. Padahal, ada satu hal penting yang sering dilupakan, yaitu keselamatan.
Dalam diskusi di Giicomvec JIExpo, Jakarta, pemerintah menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam pengelolaan transportasi logistik.
Baca Juga: Imbas BBM, Logistik Tanah Air Coba Beralih ke Truk Listrik
Ketua Tim Substansi Angkutan Barang Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Adrian Tri Laksana, mengatakan bahwa fokus utama regulator adalah memastikan aspek keselamatan terpenuhi.
Fokus dari regulator adalah keselamatan. Kami sebagai regulator mengatur keselamatan, efisiensi itu bonusnya,” jelas Adrian. Ia juga menekankan bahwa investasi di bidang keselamatan memang tidak murah, tetapi bisa mencegah kerugian yang jauh lebih besar.
Pemerintah sendiri telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung hal ini. Mulai dari uji KIR gratis, pembatasan usia kendaraan maksimal 20 tahun, penggunaan GPS untuk memantau armada, hingga pelarangan truk kelebihan muatan atau ODOL.
Harapannya para pengusaha bisa memanfaatkan kebijakan tersebut untuk memastikan armadanya selamat. Jika kendaraan dalam kondisi baik dan aman, maka pada akhirnya akan lebih menguntungkan bagi perusahaan,” kata Adrian.
Dari sisi pelaku usaha, tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir soal biaya perawatan kendaraan. General Manager Sales PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (Batavia Rent), Butar Tio, mengatakan bahwa masih banyak pengusaha yang mencoba memangkas biaya yang dianggap tidak perlu, termasuk perawatan kendaraan.
“Namun untuk mengubah mindset pengusaha itu jadi tantangan. Biasanya, akan mencoba untuk menghitung ulang biaya-biaya yang tidak perlu,” ujarnya.
Padahal, menurutnya, perawatan justru menjadi kunci efisiensi. “Hal-hal itu bisa mengurangi cost, meski secara tidak langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, perusahaannya selalu melakukan perawatan rutin agar kendaraan tetap dalam kondisi prima.
“Di Batavia Rent, kami melakukan maintenance secara rutin sehingga pengusaha tidak perlu memikirkan perawatan kendaraan. Mereka tinggal menggunakan kendaraan dalam kondisi prima,” lanjutnya.
Selain itu, pemantauan kendaraan juga dilakukan secara berkala agar performa armada tetap terjaga.
Sewa Armada Jadi Solusi
Butar Tio juga menilai bahwa skema sewa kendaraan bisa menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin lebih efisien tanpa harus memiliki armada sendiri.
Menurutnya, perusahaan penyedia rental memiliki keunggulan karena jumlah armada yang besar, sehingga lebih efisien dalam pengadaan suku cadang dan layanan purnajual.
Dari sisi produsen, dukungan tidak hanya berhenti pada penjualan kendaraan, tetapi juga layanan setelahnya. Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, menekankan bahwa sektor logistik membutuhkan kendaraan yang selalu siap digunakan.
“Operasional logistik ini tidak mengenal waktu, 24 jam harus siap. Tantangan bagi kami sebagai produsen adalah tidak hanya menyediakan kendaraan yang berkualitas dan variatif, tetapi juga layanan after-sales yang mumpuni,” ujarnya.
Baca Juga: Revolusi Logistik Hijau, Mengenal Hyundai XCIENT Fuel Cell Class-8Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Jalur Logistik Sumatera
Ia juga menyoroti pentingnya teknologi dalam kendaraan modern, seperti sistem telematik yang membantu perusahaan memantau kondisi armada. Sehingga mereka bisa mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki.

