KabarOto.com - Porsche kembali menunjukkan inovasi dari sisi teknologi. Resmi mendaftarkan paten desain bodi kendaraan yang revolusioner, pabrikan asal Stuttgart ini sedang mengembangkan sistem eksterior berubah warna secara elektronik, sehingga mampu memberikan fleksibilitas estetika sekaligus fungsi teknis bagi pemiliknya.
Berdasarkan dokumen yang duipatenkan, teknologi ini menggunakan actively controllable, optically variable coating atau lapisan variabel optik yang dapat dikontrol secara aktif. Lapisan ini diaplikasikan langsung pada panel bodi kendaraan dan akan bereaksi ketika dialiri tegangan listrik.
Baca Juga: Porsche 911 GT3 S/C Ber-DNA Balap RS, Apa Saja Istimewanya?
Teknologi ini mengandalkan prinsip yang mirip dengan kertas elektronik (electronic paper) atau lapisan paramagnetik. Selama ini, teknologi serupa sebenarnya sudah mulai digunakan pada panel kaca (seperti panoramic roof) yang bisa berubah dari transparan menjadi buram hanya dengan menekan tombol. Namun, Porsche melangkah lebih jauh dengan menerapkannya pada permukaan bodi.
Terobosan ini menjawab dilema klasik bagi pemilik mobil sport, apakah harus menggunakan aksen visual seperti garis balap (racing stripes) atau membiarkan bodi tampil bersih tanpa ornamen. Dengan sistem ini, pemilik tidak perlu lagi berkomitmen pada satu tampilan permanen yang biasanya memakan biaya besar jika ingin dipasang atau dilepas secara profesional.
Dalam dokumen patennya, Porsche menjelaskan bahwa garis balap tersebut dapat diprogram untuk muncul secara otomatis ketika pengemudi mengaktifkan mode berkendara tertentu. Sebagai contoh, saat mobil dipindahkan ke mode Sport, garis-garis balap akan muncul seketika di kap mesin, atap, hingga bagian belakang, memberikan kesan agresif. Selain itu, aksen warna juga bisa menyala di area spesifik seperti diffuser atau panel samping.

Secara fungsional, fitur ini juga sangat berguna di lintasan balap. Tim balap atau penyelenggara kompetisi dapat menggunakan perubahan warna ini untuk membedakan identitas antar mobil yang memiliki model identik, sehingga memudahkan pemantauan saat balapan berlangsung.
Salah satu kegunaan paling praktis dari teknologi ini adalah perannya sebagai indikator status baterai pada mobil listrik. Alih-alih mengecek aplikasi di ponsel atau masuk ke dalam kabin untuk melihat dasbor, pemilik cukup melihat sekilas ke arah bodi mobil.
Baca Juga: Hanya Ada Satu di Dunia, Porsche 911 Targa RUF BTR III Jadi Incaran Kolektor
Paten tersebut menggambarkan sistem di mana panel bodi dapat berfungsi sebagai pengukur baterai eksternal. Panel mungkin akan bercahaya hijau saat baterai hampir penuh, berubah menjadi kuning saat daya mulai menipis, dan berubah menjadi merah saat baterai mendekati kondisi kosong. Hal ini memberikan kemudahan luar biasa bagi pengguna saat mobil sedang dalam proses pengisian daya di tempat umum.
Meskipun pendaftaran paten tidak selalu menjamin fitur tersebut akan segera masuk ke jalur produksi massal, inovasi ini memperlihatkan arah pengembangan kendaraan masa depan Porsche yang semakin interaktif.
Mengingat tren industri juga mengarah pada digitalisasi eksterior, teknologi panel bodi ini kemungkinan besar akan menjadi standar baru di segmen mobil mewah atau supercar dalam beberapa tahun ke depan.