Kupas Tuntas Perbedaan Sumber Tenaga Penggerak Mesin HEV dan PHEV

Kipli
Kipli
Selasa, 10 Maret 2026
Kupas Tuntas Perbedaan Sumber Tenaga Penggerak Mesin HEV dan PHEV

Kupas Tuntas Perbedaan Sumber Tenaga Penggerak Mesin HEV dan PHEV

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Di tengah laju adopsi elektrifikasi di industri otomotif nasional yang semakin masif, konsumen Indonesia mulai dihadapkan dengan berbagai pilihan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), termasuk hadirnya kendaraan dengan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat, antara HEV dan PHEV, mana yang sebenarnya menjadi solusi paling tepat? Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa meski keduanya berada dalam payung teknologi hybrid, kedua teknologi ini memiliki perbedaan yang nyata.

“Karakter penggunaan, sistem kerja, serta keunggulannya pun berbeda. HEV itu sendiri merupakan kendaraan yang memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin bensin dan daya listrik. Namun, baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal," urainya.

Sedangkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga menggabungkan dua sumber tenaga, yakni mesin konvensional dan motor listrik dari baterai, "Namun baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal sehingga kendaraan dapat beroperasi sebagai mobil listrik maupun mobil konvensional,” tambahnya.

Perbedaan tersebut terutama terlihat dari cara kerja sistem hybrid pada masing-masing kendaraan.

Baca Juga: Tampil Kalcer Ala Skena, Yamaha Fazzio Hybrid Starry Night Mulai Rp25 Jutaan

HEV: Dua Sumber Tenaga dengan Baterai Terisi Otomatis
Pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan. Beberapa karakteristik utama HEV sebagai berikut.

1. Baterai Terisi Otomatis Tanpa Colokan Listrik
Energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui mesin bensin serta sistem regenerative braking, yaitu proses pengisian ulang energi saat kendaraan melakukan pengereman. Selain itu, kapasitas baterai pada kendaraan HEV umumnya relatif kecil, yaitu sekitar 1–2 kWh, sehingga tidak dirancang untuk menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

2. Kerja Mesin dan Motor Listrik Bergantian
Motor listrik biasanya bekerja pada kecepatan rendah atau saat kondisi lalu lintas padat, sementara mesin bensin akan mengambil alih ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat melaju di jalan tol atau menanjak.

3. Lebih Hemat Bahan Bakar dan Praktis Digunakan
Dengan sistem tersebut, HEV dikenal mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan kendaraan konvensional. Selain itu, karena tidak membutuhkan pengisian daya eksternal, kendaraan ini tetap praktis digunakan bahkan di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian listrik yang memadai.

Baca Juga: Pilihan Mobil Hybrid HEV dan PHEV 2025

PHEV: Jangkauan EV Murni Lebih Jauh
Sementara itu, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) memberikan pendekatan berbeda dengan baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal dan memiliki beberapa keunggulan berikut.

1. Baterai Dapat Diisi Melalui Charger Eksternal
Pengisian daya dapat dilakukan melalui home charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sehingga pengguna dapat memaksimalkan penggunaan tenaga listrik dalam aktivitas harian. Berbeda dengan HEV, kendaraan PHEV menggunakan baterai berkapasitas lebih besar sehingga dirancang untuk dapat menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

2. Mode Listrik Murni untuk Perjalanan Harian
Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, kendaraan PHEV memungkinkan pengguna berkendara dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mulai bekerja.

3. Fleksibel untuk Perjalanan Jarak Jauh
Jika daya baterai habis, kendaraan tetap dapat beroperasi seperti mobil hybrid biasa dengan memanfaatkan mesin bensin. Fleksibilitas ini membuat PHEV dapat digunakan baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

“Ketika konsumen sudah mengetahui perbedaan mendasar dari cara kerja dan keunggulan masing-masing sistem, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka,” tutup Jim Ma.

Tags:

#SUV PHEV #Mobil PHEV Baru #Tips Mobil

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan