Lebih Bagus Mana, Aki Kering Atau Aki Basah?

Lebih Bagus Mana, Aki Kering Atau Aki Basah? Aki Kering (KO)

KabarOto.com - Aki atau accu dalam tiap kendaran jadi perangkat penting untuk menyimpan arus listrik. Begitu komponen ini bermasalah, risiko terbesar adalah menyebabkan perangkat kelistrikkan tidak bekerja dengan baik, bahkan risiko terjeleknya, mesin bisa ngadat.

Pasti banyak yang sudah tahu, bahwa aki pada kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil, terdiri dari dua jenis. Di pasaran, penyebutan untuk kedua jenis aki biasanya menggunakan istilah aki basah dan aki kering.

Baca juga: Tips Memilih Aki Dengan Tepat

Walaupun penyebutannya beda, semua jenis aki, aki kering maupun aki basah, tetap memakai cairan elektroda yang biasa disebut dengan air aki. Lalu, apa bedanya aki kering dengan aki basah?

Pada jenis aki kering, cairannya lebih padat dan bentuknya adalah gel. "Pada aki kering, tetap ada air aki, namun sudah diisi langsung dari pabrik," ujar Tumenggung dari PT Wacana Prima Sentosa, pemegang merek aki Massiv.

Sedangkan pada aki basah cairannya, seperti air pada umumnya. Perbedaan lainnya, aki kering membutuhkan perawatan rutin, berbeda dengan aki kering yang sifatnya bebas perawatan, atau bisa disebut juga dengan maintenance free (MF).

Aki basah, terdapat lubang untuk pengisian ulang air

Selain 2 perbedaan di atas, satu perbedaan lagi adalah harga aki kering biasanya relatif lebih mahal dibanding aki basah. Selisihnya bisa sampai Rp 200 ribu lebih. Lalu jenis aki mana yang lebih bagus?

Jenis aki mana yang lebih bagus sebenarnya tergantung pemilik mobil. "Aki basah memang lebih awet, tapi dengan catatan, volume airnya harus selalu dijaga. Biasanya harus dicek tiap dua bulan," jelas Muksin dari Gerai Fast di bilangan Pancoran.

Lebih lanjut pria ramah itu mengatakan bahwa pada aki kering, cairan tetap menguap, namun sirkulasinya tidak banyak bocor ke luar. Di lain sisi, penguapan pada aki basah bisa diatasi dengan menambah air destilasi.

Baca Juga: Menilik Kemegahan Ford F1 1948, Proyek Istimewa G Speed Indonesia

"Jangan menunda mengisi air aki, karena ketika permukaan elektrolit turun, dapat menyebabkan pelat di dalam aki menjadi kering. Hal ini akan membuat pelat memutih, sehingga tidak dapat berfungsi lagi," ujar Muksin.

Untuk kendaraan yang tingkat penggunaannya tinggi, sebaiknya pengecekan aki basah dilakukan lebih cepat.

Tapi jika Anda termasuk yang memiliki pekerjaan dengan tingkat kesibukan yang tinggi dan tidak punya waktu untuk merawat kendaraan, sebaiknya menggunakan aki kering karena aki jenis ini tidak perlu perawaran rutin. Seperti pengecekan level air aki misalnya.

"Penguapan di aki kering tetap terjadi namun minim," lanjut Muksin. Tetapi ingat, aki kering rata-rata kalau sudah berumur 1,5 tahun atau 2 tahun harus diganti dengan yang baru.