Malaysia Perketat Aturan Impor EV, Produsen Tiongkok Bakal Terdampak

Pradia Eggi
Pradia Eggi
Kamis, 09 Juli 2026
Malaysia Perketat Aturan Impor EV, Produsen Tiongkok Bakal Terdampak

Ilustrasi EV. (Foto: BYD)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Pemerintah Malaysia resmi menerapkan kebijakan baru terkait impor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang berpotensi mengubah peta persaingan di pasar otomotif negara tersebut. Aturan ini diperkirakan akan mempersempit akses produsen mobil listrik asal Tiongkok, yang selama ini mengandalkan ekspor langsung ke Malaysia.

Kebijakan Baru Meliputi Perakitan Lokal

Kebijakan baru tersebut mewajibkan produsen kendaraan listrik yang ingin menikmati pembebasan bea masuk untuk memenuhi sejumlah persyaratan tambahan. Salah satu poin pentingnya adalah komitmen investasi di Malaysia, termasuk kegiatan perakitan lokal (CKD), pengembangan ekosistem industri, hingga transfer teknologi.

Sebelumnya, produsen Tiongkok dapat memanfaatkan insentif impor untuk memasarkan kendaraan listrik dengan harga yang kompetitif. Namun, melalui aturan baru ini pemerintah Malaysia ingin memastikan kehadiran merek asing memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Langkah tersebut diperkirakan akan memengaruhi strategi sejumlah pabrikan Tiongkok. BYD, yang saat ini menjadi salah satu merek EV dengan pertumbuhan tercepat di Malaysia, kemungkinan harus mempercepat investasi lokal agar tetap dapat bersaing.

Baca Juga: Toyota Estima Berpeluang Bangkit, Jadi MPV Sporty Berteknologi PHEV

Produsen lain seperti Chery, GWM, Zeeker hingga MG juga berpotensi menghadapi tantangan serupa, jika ingin mempertahankan pangsa pasar mereka di negara tetangga itu.

Malaysia Pasang Target Insentif dan Investasi

Malaysia mengikuti jejak beberapa negara yang mulai mengaitkan insentif kendaraan listrik dengan investasi manufaktur lokal. Pemerintah menilai kebijakan ini penting untuk membangun rantai pasok industri EV nasional dan mengurangi ketergantungan kendaraan impor.

Di sisi lain, analis menilai aturan tersebut dapat meningkatkan biaya operasional produsen asing dalam jangka pendek. Jika investasi lokal belum terealisasi, harga kendaraan listrik impor berpotensi naik sehingga dapat memengaruhi daya beli konsumen.

Baca Juga: MG 07 Disorot Usai Desain yang Dituding Mirip Porsche Taycan

Meski demikian, pasar kendaraan listrik Malaysia tetap dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Tingginya minat masyarakat terhadap EV membuat produsen Tiongkok diperkirakan akan tetap berupaya memenuhi persyaratan baru tersebut.

Kebijakan ini sekaligus menandai babak baru persaingan industri kendaraan listrik di Asia Tenggara, di mana keberhasilan produsen tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan teknologi, tetapi juga besarnya kontribusi terhadap pengembangan industri otomotif di negara tujuan.

Tags:

#Mobil Listrik Malaysia #Mobil China #Mobil Listrik (EV)
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan