KabarOto.com - Produsen mobil listrik asal Tiongkok semakin agresif mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) buatan sendiri untuk mendukung teknologi bantuan mengemudi dan kendaraan otonom.
Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya produksi, mempercepat pengembangan teknologi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemasok chip global seperti Nvidia.
Menurut laporan Gasgoo, tahun 2026 diperkirakan menjadi momentum penting bagi industri otomotif Tiongkok. Sejumlah pabrikan seperti BYD, Nio, XPeng, dan Li Auto kini memiliki proyek pengembangan chip AI internal.
Chip Buatan Sendiri Mempermudah Kebutuhan
Pengembangan ini dilakukan bisa menghadirkan chip, yang dipakai untuk mengendalikan sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), hingga fitur mengemudi otonom generasi berikutnya. Selama ini, sebagian besar mobil listrik canggih masih mengandalkan chip buatan Nvidia.
Baca Juga : Honda HRC Juara Suzuka 8 Hours Lima Kali Beruntun

Namun, penggunaan chip pihak ketiga dinilai membuat biaya kendaraan tetap tinggi dan membatasi fleksibilitas produsen dalam mengembangkan perangkat lunak sesuai kebutuhan masing-masing. Mereka dapat mengoptimalkan integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak sekaligus meningkatkan efisiensi.
BYD menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif dalam strategi ini. Pabrikan tersebut telah memperkenalkan chip AI Xuanji A3 yang dikembangkan oleh ribuan insinyur semikonduktornya. Pendiri BYD, Wang Chuanfu, bahkan menyatakan kini mampu memasok seluruh chip utama yang dibutuhkan kendaraan pintar secara mandiri.
Baca Juga : Dua Pembalap Belia Indonesia di Idemitsu Honda Thailand Talent Cup 2026
Chip AI Lebih Bersaing untuk Masa Depan
Meski demikian, sebagian besar produsen Tiongkok masih bergantung pada perusahaan manufaktur semikonduktor seperti TSMC untuk memproduksi chip berteknologi tinggi. Artinya, kemandirian yang dibangun saat ini lebih berfokus pada desain dan pengembangan arsitektur chip, bukan proses fabrikasinya.
Pengembangan chip AI diperkirakan akan menjadi medan persaingan baru industri otomotif global. Setelah berhasil memimpin teknologi baterai kendaraan listrik, produsen mobil Tiongkok kini berupaya menguasai "otak" kendaraan masa depan melalui chip AI yang lebih murah, efisien, dan terintegrasi dengan ekosistem kendaraan pintar.