KabarOto.com - Tim pabrikan Honda HRC sukses mengunci kemenangan spektakuler dalam ajang balap ketahanan legendaris, FIM Endurance World Championship (EWC) "Coca-Cola" Suzuka 8 Hours edisi ke-47 di Sirkuit Suzuka, Jepang.
Keberhasilan ini menandai kemenangan kelima secara berturut-turut bagi Honda HRC sekaligus gelar ke-32 bagi pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut di sirkuit kandang mereka.
Balapan yang berlangsung penuh drama ini diwarnai oleh cuaca buruk, hujan intermiten yang turun tak menentu, serta intervensi beberapa periode Safety Car yang cukup panjang. Kendati demikian, ketenangan dan strategi matang membawa tim tuan rumah tetap tak tersentuh di baris terdepan.
Baca Juga: Joan Mir dan Dani Holgado Perkuat Gresini Racing di MotoGP 2027
Strategi Matang Dua Pembalap Veteran
Memulai balapan dari posisi pole, Takumi Takahashi langsung menggebrak di atas motor Honda CBR1000RR-R Fireblade SP nomor #30. Mengingat kondisi lintasan yang sangat basah dan sensitif setelah diguyur hujan sejak sesi warm-up pagi, tim Honda HRC secara taktis mengubah strategi mereka di pertengahan lomba.
Manajemen tim memutuskan untuk memfokuskan sisa balapan kepada duet pembalap veteran sarat pengalaman, Takumi Takahashi dan bintang WorldSBK, Jonathan Rea. Sementara itu, pembalap debutan asal Thailand, Somkiat Chantra, yang tampil impresif di sesi kering, sengaja disimpan demi meminimalkan risiko di lintasan basah. Kontribusi Chantra selama pekan balap tetap diapresiasi besar dalam membantu pengembangan setelan motor.
Takahashi menyelesaikan tugas pertamanya selama 33 lap di posisi pertama sebelum menyerahkan kemudi kepada Rea. Dominasi ini terus dipertahankan secara bergantian hingga memasuki jam keempat pada lap 92. Ketika hujan badai kembali mengguyur menjelang akhir balapan dan jarak pandang meredup, ketenangan kedua pembalap ini teruji. Puncaknya, keluarnya dua Safety Car pada lap 179 akibat insiden di lintasan praktis mengunci keunggulan Honda HRC yang berhasil menyelesaikan total 188 putaran hingga bendera finis berkibar.
Sukses Emosional dan Rekor Baru Takahashi
Kemenangan ini menorehkan tinta emas bagi Takumi Takahashi. Pembalap asal Jepang tersebut kini resmi memperpanjang rekornya sebagai pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam sejarah Suzuka 8 Hours, yaitu sebanyak 8 kali gelar juara. Bagi Jonathan Rea, ini merupakan trofi kemenangan ketiganya di sirkuit ikonik tersebut.
Balapan yang luar biasa, di kondisi seperti ini tidak sekalipun melakukan kesalahan dalam guyuran hujan dan tekanan,
ungkap Jonathan Rea usai balapan.
Rea menambahkan, "Tim sudah melakukan pekerjaan luar biasa dan motor melaju luar biasa, rekan setim membalap dengan bagus dan konsisten, termasuk saya dan dukungan tim memberikan yang terbaik. Terima kasih kepada para penggemar, melihat grand stand masih penuh di kondisi hujan seperti ini."
Kiprah Tim Bermesin Honda Lainnya
Selain tim utama HRC, performa motor Honda CBR1000RR-R FIREBLADE SP juga mendominasi di berbagai kelas:
- SDG Team HARC-PRO. Honda: Sukses mengamankan posisi ke-8 secara keseluruhan.
- Honda Asia-Dream Racing with Astemo: Finis di posisi ke-9.
- Team ATJ with NTT docomo Business: Melengkapi dominasi dengan finis ke-10.
- NCXX RACING with RIDERS CLUB: Meraih kemenangan luar biasa di kelas Superstock (finis ke-14 keseluruhan).
- Wójcik Racing Team #77 SST: Berhasil naik podium ketiga di kategori Superstock.
Baca Juga: Charles Leclerc Menang F1 Inggris Kalahkan George Russell dan Lewis Hamilton
Nasib kurang beruntung justru dialami oleh tim permanen EWC, F.C.C. TSR Honda France. Sempat bertarung sengit di posisi lima besar melalui aksi Corentin Perolari, John McPhee, dan Alan Techer, kendala mekanis pada jam keempat memaksa mereka melorot dan harus puas menyentuh garis finis di posisi ke-26.
Sementara itu, Tati Team AVA6 Racing terpaksa menyudahi balapan lebih awal setelah Mike Di Meglio mengalami masalah mesin di awal lomba.
Dengan berakhirnya seri Suzuka, seluruh fokus tim kini tertuju pada balapan pamungkas sekaligus final musim FIM EWC 2026 yang akan diselenggarakan di ajang Bol d'Or, Sirkuit Paul Ricard, Prancis, pada 19 September mendatang.