KabarOto com - Teknologi DM atau Dual Mode BYD adalah sistem penggerak kendaraan, menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu platform. Sistem ini dirancang agar mobil bisa berjalan dalam mode listrik penuh, mode mesin bensin, atau kombinasi keduanya sesuai kebutuhan. Tujuannya adalah menghadirkan kendaraan yang lebih efisien, fleksibel, dan tetap nyaman digunakan, untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.
Keunggulan utama dari sistem DM adalah kemampuannya memprioritaskan motor listrik sebagai sumber tenaga utama, sementara mesin bensin berfungsi sebagai pendukung atau pengisi daya. Dengan cara ini, kendaraan terasa seperti mobil listrik dalam penggunaan sehari-hari, tetapi tidak memiliki keterbatasan jarak tempuh seperti EV murni.
Baca Juga: BYD M6 DM Bawa Formula Baru, MPV Keluarga Irit Namun Bertenaga
Awal Pengembangan Teknologi DM
Teknologi DM BYD mulai dikembangkan sekitar tahun 2004, saat perusahaan asal Tiongkok ini mulai meneliti sistem penggerak, yang dapat menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.
Fokus utama BYD pada tahap ini, adalah menciptakan sistem yang mampu meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Pengembangan ini prosesnya masih berada pada tahap eksperimen, serta uji konsep. BYD harus memastikan, integrasi antara mesin bensin, motor listrik, dan baterai dapat berjalan stabil di satu sistem kendaraan.
Produksi Massal Pertama Teknologi DM
Beberapa tahun setelah pengembangan, BYD berhasil meluncurkan kendaraan plug-in hybrid pertama, dan diproduksi secara massal pada tahun 2008, yaitu BYD F3DM. Model ini menjadi penting dalam sejarah teknologi DM, karena untuk pertama kali, sistem itu diterapkan pada kendaraan produksi nyata.
Sistem DM pada model ini memungkinkan kendaraan berjalan dengan tenaga listrik dahulu di awal, lalu mesin bensin akan aktif saat daya baterai berkurang atau membutuhkan tenaga tambahan. Meski sudah inovatif, generasi awal ini masih memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi, kehalusan transisi tenaga, dan teknologi baterai yang belum matang.
Evolusi Menuju DM-i
BYD terus mengembangkan teknologi ini, sampai akhirnya memperkenalkan DM-i pada awal tahun 2020. Sistem ini membawa perubahan besar dalam konsep hybrid BYD. Pada generasi sebelumnya mesin dan motor listrik berbagi peran lebih seimbang, di pengembangan ini, motor listrik menjadi sumber tenaga utama.
Sementara, mesin bensin dalam sistem ini fungsinya lebih sebagai generator, untuk mengisi baterai, bukan penggerak utama roda. Pergeseran konsep ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan pengalaman berkendara lebih halus, layaknya mobil listrik.
Penyempurnaan Hingga DM 5.0
Pada tahun 2024 sampai 2026, BYD menyempurnakan sistem ini menjadi DM 5.0. Generasi terbaru ini diklaim bisa meningkatkan efisiensi mesin, memperbaiki manajemen energi, juga memperluas jarak tempuh kendaraan secara signifikan.
Mobil dengan teknologi ini, bisa bisa menempuh jarak sangat jauh, bisa mencapai lebih dari 1.000 km sampai sekitar 1.800 km dalam kombinasi antara bahan bakar dan baterai. Hal ini membuat teknologi DM semakin relevan untuk kebutuhan mobilitas jarak jauh, tanpa mengorbankan efisiensi.
Penerapan di BYD M6
Tahun 2026, akhirnya teknologi DM diterapkan pada BYD M6 versi DM-i. MPV ini menjadi salah satu model untuk pasar keluarga, dengan kebutuhan kabin kuas, nyaman juga efisien.
Pada BYD M6 DM-i, sistem penggerak terdiri dari mesin bensin 1.5 liter, motor listrik, dan baterai Blade Battery khas BYD. Dalam penggunaan sehari-hari, kendaraan ini lebih sering digerakkan oleh motor listrik. Mesin bensin sendiri, hanya aktif saat dibutuhkan dalam perjalanan jauh, atau untuk mengisi daya baterai.
Baca Juga: BYD Atto1 Tampilan Lebih Segar dengan Varian Baru, Harga Mulai Rp199 Jutaan
Diterapkannya teknologi ini pada BYD M6, menunjukkan bahwa teknologi hybrid bukan hanya solusi transisi, tapi juga menjadi sistem mobilitas, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan pengguna, terutama pasar Indonesia.