KabarOto.com - BYD M6 DM merupakan PHEV yang baru saja diperkenalkan di Indonesia. Membawa teknologi hybrid, dikombinasi dengan mesin bensin, MPV ini diklaim irit dan cocok digunakan untuk rute dalam kota atau luar kota.
KabarOto.com diberi kesempatan untuk mencobanya, dari Sudirman, Jakarta Selatan ke Sentul, Bogor dan kembali ke Sudirman dengan jarak 150 km tanpa BBM, hanya menggunakan listrik.
Baca Juga: Mengenal Teknologi DM pada BYD M6 Terbaru, Lebih Irit dan Efisien
Sebelum berangkat, kami masuk ke kabin BYD M6 DM, jok dengan bahan semi kulit membalut denhan halus, terasa nyaman saat mendudukinya. Di bagian tengah, antara jok kiri dan kanan, terdapat cup holder yang bisa menampung dua botol. Kemudian di depannya, ada tempat untuk meletakkan smartphone, dan salah satunya bisa melakukan pengecasan tanpa kabel.
Di kemudi, terdapat beberapa tombol untuk mengaktifkan beberapa fitur, menghidupkan entertainment di head unit, dan mengubah tampilan panel instrumen yang semua sudah digital. Terdapat beragam informasi, mulai dari bahan bakar sampai berapa kilometer, presentase baterai, jumlah trip, kilometer tempuh, konsumsi kecepatan dan rpm.
Kabin BYD M6 DM nyaman menggunakan bahan berkualitas
Dasbor menggunakan plastik tebal hitam, namun jika terpapar panas matahari, tidak ada bau yang keluar di kabin. Head unitnya, bisa terhubung dengan Android Auto dan juga Apple Carplay.
Kemudian, pengaturan ADAS dapat dilakukan secara digital, pengaturan ac dan kipas, lalu informasi baterai, juga proses penggunaan mesin untuk jalan, serta pengisian baterai saat deselerasi di turunan atau saat lepas gas.
ADAS yang dapat diaktifkan langsung dari layar, termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Blind Spot Monitoring, Autonomous Emergency Braking, dan Vehicle Stability Control. Semua fitur keselamatan tersebut dapat diatur dan dipantau secara digital dengan tampilan visual kondisi kendaraan secara real time.
Tuas perseneling sudah ditinggalkan, diganti dengan tuas kecil yang berada di kanan setir. Pengoperasiannya sederhana dengan pilihan Park (P), Reverse (R), Neutral (N), dan Drive (D).
Baca Juga: BYD M6 DM Bawa Formula Baru, MPV Keluarga Irit Namun Bertenaga
Posisinya seperti tuas lampu sein yang ada pada mobil pada umumnya. Tombol start dan stop berada di dasbor antara setir dan juga head unit. Saat ditekan seluruh kelistrikan dan fitur sudah bisa diaktifkan. Bahkan tinggal menakan pedal gas, tenaga listrik sudah bisa digunakan untuk jalan.
Sementara, sein berada di sebelah kirinya, kalau di mobil pada umumnya, ini untuk wiper. Di sini, juga terdapat on/off untuk lampu besar dan kecil, serta wiper juga. Jika belum terbiasa, sudah dipastikan tertukar antara sein dan juga wiper.
Pengaturan kursi BYD M6 DM full elektrik
Pengaturan kursi bisa dilakukan secara electric, ada tuas untuk maju serta mundur jok pengemudi juga penumpang, naik turunkan sandaran, bisa disesuaikan dengan kenyamanan.
Baris kedua cukup lega, KabarOto.com dengan tinggi 175 cm, bagian dengkul tidak mentok ke kursi depan. Sandaran tangan di bawah bisa diturunkan menjadi captain seat, dan ada dua cup holder di atasnya. Jika di naikkan bisa menampung tiga penumpang.
Beralih ke belakang, jok bisa dilipat hingga rata menghasilkan ruang penyimpanan yang sangat lega. Jika digunakan, bisa menampung dua orang dewasa. Mungkin akan lebih nyaman bagi mereka dengan tinggi maksimal 160.
Puas dengan fitur yang tersedia, KabarOto pun mengikuti rombongan berjumlah 10 mobil untuk bergerak menuju Sentul, Jawa Barat. Saat bendera start diangkat, pedal gas diinjak, masuk ke jalan Jenderal Sudirman yang padat. Model electric digunakan, tujuannya untuk melakukan pengetesan seberapa irit baterainya.
Setelah memutar di Bundaran Hotel Indonesia, jalan mulai lenggang, gas pun ditekan hingga mencapai 55 kpj saja. Dari sejak berhenti hingga berada di kecepatan ini, akselerasi sangat responsif, tidak terasa hentakan, dan sangat mulus, bahkan penumpang pun tidak merasakan getaran saat berada di jalan ini.
Masuk ke tol dalam kota, lalu lintas cukup padat, beberapa peringatan ditampilkan, jika ada mobil yang mendekat di area blind spot, sehingga pengemudi bisa waspada. Putarannya halus, ac nya dingin, dan karena lalu lintas pada Rabu (13/05/2026) siang padat, terutama tol Jagorawi, kecepatan maksimal hanya 60 kpj saja mentok dan konstan.
Rute menuju Sentul, kontur jalan mulai berubah dengan kombinasi tanjakan dan turunan ringan. Meski demikian, mobil tetap mempertahankan mode listrik penuh tanpa bantuan mesin bensin. Transisi energi berlangsung sangat halus, dan motor listrik tetap menjadi penggerak utama. Karakter suspensi terasa agak firm namun stabil, terutama saat melewati sambungan jalan dan tikungan ringan di jalur tol.
Kabin BYD M6 DM nyaman dan Senyap
Di Sentul, mobil pun dicoba kenyamanannya. Di mana terdapat enam bola tenis yang diletakkan di atas mobil dan kap mesin. Track yang dilewati jalan konblok, dengan dua kali belokan 160 derajat. Saat Kabaroto mengendarainya dengan halus, bola-bola tersebut tidak jatuh satu pun. Ini menandakan, jika kabin ini memang nyaman, dan senyap. Itu juga yang dirasakan saat perjalanan dari Jakarta ke Sentul.

Usai makan siang, perjalanan berlanjut menuju Serpong melalui jalur tol yang relatif lebih lancar. Pada segmen ini, kecepatan kembali stabil di sekitar 60 kpj dengan kondisi lalu lintas yang lebih mengalir. Kabin tetap senyap, dan tidak ada indikasi mesin bensin aktif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam skenario perjalanan ini, sistem hybrid bekerja sepenuhnya sebagai electric drive system tanpa intervensi mesin pembakaran internal.
Baca Juga: BYD M6 DM Bawa Formula Baru, MPV Keluarga Irit Namun Bertenaga
Saat kembali menuju Jakarta dan memasuki kawasan Sudirman, total jarak sekitar 150 km telah ditempuh dengan kondisi EV penuh. Baterai masih tersisa 33 persen, tanpa penggunaan bahan bakar sama sekali, menunjukkan efisiensi tinggi, kombinasi kota dan tol dengan kecepatan rata-rata stabil. Mobil ini dapat disimpulkan bisa mengakomodir kebutuhan keluarga Indonesia, yang menginginkan MPV 7 penumpang yang irit dan nyaman.