KabarOto.com - Fitur Automatic Parking Assist seharusnya menjadi salah satu teknologi yang membuat aktivitas parkir terasa lebih mudah. Pengemudi cukup mengaktifkan sistem, sementara mobil membaca ruang yang tersedia dan membantu mengarahkan kendaraan ke posisi parkir.
Namun, pengalaman tersebut tidak sepenuhnya terasa pada DFSK E5 Plus. Saat fitur ini diuji oleh KabarOto.com di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mobil memang mampu mendeteksi ruang parkir dan menjalankan manuver secara otomatis. Hanya saja, kendaraan tidak langsung masuk ke posisi parkir dalam satu kali gerakan.
Mobil harus melakukan manuver maju dan mundur hingga dua kali sebelum akhirnya berada di posisi yang ditentukan.
Baca Juga: Harga Naik, DFSK E5 Plus Kini Dibanderol Lebih Mahal
Automatic Parking Assist DFSK E5 Plus Tidak Langsung Sekali Manuver
Pada dasarnya, sistem parkir otomatis DFSK E5 Plus bekerja dengan memanfaatkan sensor dan kamera untuk membaca kondisi di sekitar kendaraan.
Setelah ruang parkir terdeteksi, sistem membantu mengatur arah setir sekaligus pergerakan kendaraan. Pengemudi tidak perlu terus-menerus menentukan sudut kemudi seperti ketika melakukan parkir secara manual.
Dalam pengujian, fungsi tersebut berjalan. Mobil dapat mengenali ruang dan mengarahkan dirinya menuju area parkir. Namun, prosesnya membutuhkan beberapa tahap.
Kendaraan sempat bergerak maju, kemudian mundur, sebelum kembali melakukan penyesuaian hingga posisi akhirnya sesuai. Bagi fitur yang dirancang untuk memberikan kemudahan, durasi dan jumlah koreksi seperti ini menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna.
Baca Juga: Menimbang Serba-serbi DFSK Glory 560 dan 580 Sebelum Meminang
Ketika Parkiran Ramai, Waktu Menjadi Persoalan
Manuver tambahan mungkin tidak terlalu mengganggu ketika parkiran sedang sepi. Tetapi kondisinya bisa berbeda ketika mobil digunakan di pusat perbelanjaan atau area parkir yang padat. Kendaraan di belakang tentu harus menunggu sampai seluruh proses selesai.
Di sinilah efektivitas parkir otomatis DFSK E5 Plus mulai menjadi pertanyaan. Sebab, pengguna tidak hanya membutuhkan mobil yang mampu parkir sendiri. Mereka juga membutuhkan proses yang praktis dan tidak terlalu lama.
Bagi pengemudi yang sudah terbiasa parkir manual, beberapa kali gerakan maju-mundur tersebut bahkan bisa terasa lebih merepotkan dibandingkan mengendalikan mobil sendiri.
Dibanding Rival, Manuver DFSK E5 Plus Terasa Berbeda
Pengalaman tersebut semakin menarik ketika dibandingkan dengan beberapa kendaraan lain yang telah menggunakan teknologi serupa. Pada pengujian Baic T1, Lepas L8, dan Chery Q, proses parkir otomatis dapat dilakukan dengan manuver yang lebih sederhana. Mobil dapat masuk ke ruang parkir dengan lebih sedikit koreksi posisi.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun sama-sama mengusung fitur Automatic Parking Assist, setiap kendaraan memiliki karakter sistem yang berbeda.
Ada sistem yang membutuhkan beberapa kali penyesuaian sebelum menemukan posisi ideal, sementara lainnya mampu menyelesaikan proses dengan lebih singkat. Bagi konsumen, perbedaan tersebut baru benar-benar terasa ketika fitur digunakan dalam situasi sehari-hari.
Baca Juga: Kalah Langkah di Era Elektrifikasi, DFSK E5 Plus Harus Menembus Dominasi BYD, Wuling, dan Chery
Bukan Berarti Fitur DFSK E5 Plus Tidak Berguna
Meski membutuhkan beberapa kali manuver, bukan berarti fitur parkir otomatis DFSK E5 Plus gagal menjalankan tugasnya. Sistem tetap mampu membantu pengemudi memasukkan SUV ke ruang parkir secara otomatis.
Fitur tersebut juga berpotensi membantu pengemudi yang kurang percaya diri ketika harus memarkir kendaraan berukuran besar, terutama di ruang yang terbatas. Hanya saja, manfaat tersebut perlu dilihat bersama dengan karakter prosesnya.
Jika pengemudi sudah terbiasa memperkirakan dimensi kendaraan dan menentukan sudut parkir, melakukan manuver sendiri mungkin terasa lebih cepat. Sebaliknya, bagi pengemudi yang membutuhkan bantuan, keberadaan sistem otomatis tetap memberikan nilai tambah.