Menimbang Serba-serbi DFSK Glory 560 dan 580 Sebelum Meminang

1 jam, 10 menit lalu
Menimbang Serba-serbi DFSK Glory 560 dan 580 Sebelum Meminang

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - DFSK Glory 560 dan Glory 580 sempat jadi pemain anyar saat peluncurannya untuk menggaet konsumen Indonesia. Mengusung konsep SUV medium berfitur melimpah dengan harga yang jauh di bawah rival sekelasnya asal Jepang, kedua model ini menawarkan kabin lapang, mesin turbo, serta jaminan garansi hingga 7 tahun.

Namun, di balik keunggulan fitur tersebut, salah satu sorotan utama yang paling sering diperbincangkan oleh pemilik maupun calon pembeli adalah kendala teknis pada sistem transmisi CVT.

Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil Motor yang Marak

Persoalan Transmisi CVT

Isu kendala sulit menanjak pada kondisi jalan curam, terutama ketika mobil diisi muatan penuh, menjadi persoalan serius yang sempat ramai dibahas publik hingga memicu gugatan hukum dari sejumlah pemilik Glory 580.

Jujur saja memang saya belum sempat pakai dan coba jarak jauh hingga berbagai kombinasi medan sampai mobil ini berpindah tangan ke pemilik selanjutnya. Namun memang penyaluran tenaga transmisi CVT yang cenderung halus, karakteristik penyaluran torsi mesin pada putaran rendah, serta bobot bodi yang lumayan berat sepertinya kerap menjadi penyebab utama mobil ini kehilangan momentum saat menghadapi tanjakan terjal,

ujar Julius selaku salah satu mantan pengguna DFSK Glory 580 yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur.

Tantangan kepemilikan tidak berhenti pada persoalan perfoma transmisi saat menanjak. Aspek ketersediaan suku cadang atau spare parts juga menjadi perhatian tersendiri bagi para pengguna DFSK Glory 560 dan 580.

Memang komponen fast-moving untuk perawatan rutin relatif masih bisa ditemukan di jaringan bengkel resmi atau toko online, namun ketersediaan komponen slow-moving maupun bagian bodi terkadang membutuhkan waktu inden yang cukup lama. Bengkel resmi yang jumlahnya tidak sebanyak merek-merek besar Jepang di berbagai daerah,

tandasnya.

Baca juga:

Mazda Angkat Bicara Perkembangan Mobil Listrik di Jawa Barat

Perbaikan dan Resale Value

Dampak lanjutan dari isu teknis dan keterbatasan jaringan purna jual tersebut berimbas langsung pada resale value atau harga jual kembali dari kedua SUV ini. Di pasar mobil bekas, DFSK Glory 560 dan 580 mengalami penyusutan nilai (depresiasi) yang tergolong lumayan 'merosot' dibanding kompetitor di kelasnya.

Pemilik sebaiknya membedakan antara komponen fast moving, seperti filter, kampas rem, atau komponen servis berkala, dengan komponen tertentu yang lebih spesifik. Suku cadang untuk komponen umum relatif lebih mudah ditemukan melalui jaringan bengkel dan toko aftermarket, sementara komponen khusus kendaraan dapat membutuhkan waktu pemesanan apabila stok tidak tersedia,

beber Julius.

Menurutnya, performa di tanjakan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi CVT, oli transmisi, sistem pendinginan, throttle body, sistem pengapian, hingga kondisi mesin dan sensor-sensor elektronik.

Mobil bekas dengan usia dan jarak tempuh yang cukup tinggi, perawatan transmisi yang tidak sesuai spesifikasi juga berpotensi memengaruhi respons kendaraan. Karena itu, keluhan putaran mesin tinggi, respons lambat, getaran, atau mobil kehilangan tenaga saat menanjak sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai karakter normal sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh,

tutupnya.

Tags:

#DFSK Glory 560 #DFSK Glory 580 #DFSK Indonesia
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kipli

Hobinya di ranah otomotif terutama bidang modifikasi dan olahraga balap roda 2 dan 4, menuntunnya selepas pensiun di dunia tersebut menjadi jurnalis di kabaroto.com
Show More

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan