Mobil Baru Di Indonesia Bebas Pajak, Ini Tanggapan BMW Dan Toyota

Mobil Baru di Indonesia Bebas Pajak, Ini Tanggapan BMW dan Toyota Foto: Kipli

KabarOto.com - Beberapa saat lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan adanya pembebasan pajak alias 0% untuk mobil-mobil baru di Indonesia. Hal ini diinisiasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi khususnya pada sektor otomotif yang sempat lesu karena pandemi Covid-19.

Bulan Juni 2020 dinilai jadi titik awal kebangkitan industri otomotif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa aktivitas industri otomotif memiliki multiplier effect yang luas, seperti penyerapan tenaga kerja yang besar sampai memberdayakan pelaku usaha di sektor lainnya.

Hal tersebut dinilai perlu stimulus lainnya berupa subsidi pajak, "Kami harapkan ada tax deduction untuk menstimulus daya beli, tapi tax deduction ini yang tidak mengurangi pendapatan pemerintah. Harapan kita ada di pajak daerah, kalau pajak bisa diturunkan, jumlah yang dijual bisa naik,” paparnya.

Baca Juga: Taat Bayar Pajak Kendaraan Yuk! Enggak Sampai 7 Menit Beres

Menanggapi hal tersebut Agen Pemegang Merek (APM) mengaku menyambut positif usulan pemerintah dalam membebaskan pajak.

"Tentu hal yang positif ya, ada support yang mudah-mudahan bisa diberikan kepada industri otomotif," ujar Anton Jimmi Suwandy selaku Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) ketika dihubungi KabarOto (15/09).

Ketika ditanya kemungkinan persentase stimulasi penjualan dan segmen yang didapatkan terkait program tersebut, Anton masih enggan angkat bicara terlalu banyak, "Soal itu, masih perlu dipelajari lebih lanjut," imbuhnya.

BMW Group Indonesia pun menyambut baik usulan Kemenperin tentang pembebasan pajak mobil baru tersebut, "BMW Group Indonesia menyambut positif usulan Menperin seputar relaksasi pajak untuk mobil baru. Pastinya insentif ini juga diharapkan oleh APM dan pelaku industri otomotif lainnya," ujar Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia pada KabarOto (15/09).

Ia bilang, dukungan pemerintah dalam hal insentif pajak, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor otomotif.

"Pada masa pandemi ini banyak sekali tantangan yang dihadapi baik di industri otomotif dan industri lainnya. Dibutuhkan kerjasama dan saling dukung oleh semua pihak untuk kebaikan bersama," tutupnya.