KabarOto.com - Pasar kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia mencatatkan peningkatan pada penutupan semester pertama tahun ini. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke diler) pada Juni 2026 sukses menyentuh 12.653 unit, naik tajam dibanding bulan sebelumnya yakni 9.290 unit.
Persaingan segmen papan atas semakin sengit, dengan dominasi kuat dari pabrikan asal China yang menawarkan harga kompetitif serta fitur melimpah.
Baca Juga: Penjualan Mobil Naik 12,5 Persen, Industri Otomotif Tumbuh di Tengah Gejolak Ekonomi
Jaecoo J5 EV kembali membuktikan tajinya dengan mempertahankan takhta sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang Juni 2026. SUV andalan Jaecoo ini mencatatkan pengiriman sebanyak 3.041 unit, membuatnya menjadi model yang menembus angka 3 ribu unit dalam satu bulan.
Sementara itu, raksasa EV dunia, BYD, mulai menunjukkan taringnya setelah sempat melambat pada bulan sebelumnya. Melalui model BYD Atto 1, mereka sukses mengamankan posisi kedua dengan capaian 2.249 unit.

Tempat ketiga dihuni pabrikan pendatang baru yang agresif, Geely EX2, dengan distribusi kendaraan mencapai 1.618 unit. Secara total, hanya ada tiga model yang sukses menembus angka penjualan di atas 1.000 unit pada bulan keenam ini.
Performa impresif juga diramaikan dua model andalan pabrikan asal Vietnam, VinFast VF3 dan VF5, yang konsisten menjaga ritme distribusi di segmen entry-level. Untuk lebih jelasnya, berikut performa penjualan wholesales model kendaraan listrik berbasis baterai di tanah air:
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik BMW Turun pada Semester Pertama 2026
- Jaecoo J5: 3.041 unit
- BYD Atto 1: 2.249 unit
- Geely EX2: 1.618 unit
- BYD M6: 827 unit
- Wuling Eksion EV: 539 unit
- Denza D9: 464 unit
- MG S5: 449 unit
- Geely EX5: 348 unit
- VinFast VF3: 262 unit
- VinFast VF5: 225 unit

