KabarOto.com - BMW Group mencatat penurunan penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) sepanjang paruh pertama 2026. Produsen otomotif asal Jerman tersebut total menjual 204.295 unit.
Angka tersebut merupakan mobil listrik dalam group mereka dari merek BMW, Mini, dan Rolls-Royce selama Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut turun 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, performa BMW pada kuartal kedua menunjukkan tren yang lebih positif. Antara April hingga Juni, perusahaan berhasil mengirimkan 116.807 unit mobil listrik atau meningkat 5,2 persen dibandingkan kuartal kedua 2025.
Baca Juga : Zeekr Tergoda Racik SUV Off-road Berbodi Kotak

Secara keseluruhan, BMW Group membukukan penjualan global sebanyak 1,15 juta kendaraan pada semester pertama 2026, turun 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan dipicu oleh melemahnya pasar China, yang selama ini menjadi salah satu kontributor terbesar.
Pada kuartal kedua saja, penjualan BMW di China merosot hampir 30 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan tekanan yang juga dialami produsen Jerman lainnya, Volkswagen dan Mercedes-Benz, di tengah persaingan yang semakin ketat dengan merek-merek lokal China seperti BYD.
Baca Juga : Galeri dan Profil Nissan Tekton yang Resmi Diluncurkan
Meski menghadapi tantangan di pasar terbesar dunia itu, BMW masih mencatat pertumbuhan di beberapa wilayah lain. Penjualan perusahaan meningkat di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa, sementara merek Mini mencatat kenaikan penjualan sebesar 11,7 persen sepanjang enam bulan pertama 2026.
BMW kini tengah menyiapkan lini kendaraan listrik generasi terbaru berbasis platform Neue Klasse untuk memperkuat daya saingnya. Pabrikan tersebut menargetkan separuh dari total penjualannya akan berasal dari kendaraan listrik pada akhir dekade ini.

