Mudik Lebaran Idul Fitri Pakai Mobil Listrik? Coba Simak Ini

Kipli
Kipli
Rabu, 04 Maret 2026
Mudik Lebaran Idul Fitri Pakai Mobil Listrik? Coba Simak Ini

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Seiring tren elektrifikasi, kendaraan listrik mulai semakin dipertimbangkan untuk perjalanan mudik antarkota. Namun, tantangan khas musim mudik seperti kendaraan terisi penuh, kemacetan panjang, serta penggunaan pendingin kabin dan fitur hiburan dalam waktu lama membuat sebagian masyarakat masih mempertanyakan apakah daya jelajah EV benar benar cukup untuk menempuh ratusan kilometer secara aman dan nyaman.

Secara teori, rute favorit mudik Jakarta-Semarang via tol Trans Jawa sejauh kurang lebih 445 km, bisa ditempuh dalam kondisi sekali pengecasan full. Atau rute yang lebih jauh Jakarta - Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 560 kilometer bisa ditempuh dengan sekali pengecasan di rest area. Selain itu ada juga Surabaya - Banyuwangi sejauh 300 kilometer yang dapat ditempuh dalam kondisi perjalanan tertentu.

Baca Juga: Intip Daftar Mobil AWD yang Mungkin Bikin Sobat Kepincut

Terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan pengguna untuk mendukung perjalanan mudik dengan kendaraan listrik agar tetap lancar dan nyaman. “Dalam perjalanan mudik, kendaraan biasanya akan terisi penuh oleh keluarga dan barang bawaan, belum lagi kemacetan yang tidak terprediksi panjangnya, serta penggunaan AC dan fitur hiburan dalam waktu lama. Kondisi tersebut tentu mempengaruhi penggunaan daya baterai,” ujar Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma.

Menurutnya, angka jarak tempuh perlu dipahami secara realistis dan disesuaikan dengan pola perjalanan aktual di Indonesia, sehingga perencanaan menjadi kunci dalam perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik.

Berangkat dari pemahaman tersebut, berikut empat strategi yang dapat dipertimbangkan agar perjalanan mudik dengan kendaraan listrik semakin lancar dan terencana.

"Jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama saat menggunakan kendaraan listrik untuk mudik. Perlu dipahami bahwa angka pengujian seperti NEDC dilakukan dalam kondisi tertentu dan dapat berbeda dari penggunaan sehari hari yang dipengaruhi gaya berkendara, kondisi lalu lintas, penggunaan pendingin kabin, hingga beban kendaraan," katanya.

Perencanaan perjalanan sebaiknya mempertimbangkan daya jelajah secara realistis serta menyesuaikannya dengan rute yang akan ditempuh. Meski demikian, pengendara perlu mempelajari lokasi SPKLU dan menyusun titik istirahat, sehingga tidak hanya kendaraan saja yang dalam kondisi prima, tetapi juga pengemudi dan penumpang tetap nyaman selama perjalanan.

Baca Juga: Tinggalkan Motor Waktu Mudik Lebaran, Ini yang Harus Diperhatikan

Mudik tidak selalu berarti perjalanan di jalan tol yang mulus. Sebagian pemudik memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan, yang dapat menghadirkan tantangan seperti genangan air, permukaan jalan tidak rata, hingga perubahan kondisi cuaca. Dalam situasi tersebut, ketangguhan kendaraan menjadi faktor pendukung keamanan dan kenyamanan.

Perjalanan mudik kerap berlangsung berjam-jam, terutama saat arus lalu lintas padat, sehingga kenyamanan kabin menjadi faktor penting.

"Selain kesiapan kendaraan, dukungan layanan juga menjadi bagian penting dari perencanaan mudik dengan kendaraan listrik. Ketersediaan bantuan teknis dapat memberikan rasa aman tambahan, terutama dalam perjalanan jarak jauh," tutupnya.

Tags:

#Tips Mobil #Tips Berkendara #Tips Berkendara Mobil #Tips Mudik #Tips Mudik Lebaran

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan