KabarOto.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Alun-alun Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026) malam. Meski demikian, pengamanan jalur tetap dilakukan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret mendatang.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus, menyatakan bahwa penutupan operasi ini dilakukan setelah melihat kondisi arus balik yang mulai terkendali. Namun, personel tetap disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus balik gelombang kedua serta aktivitas masyarakat di wilayah aglomerasi.
"Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua," kata Kakorlantas.
Dalam masa perpanjangan pengamanan melalui KRYD, petugas akan tetap fokus pada lima klaster utama yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu:
- Jalan Tol (Trans Jawa dan Trans Sumatera)
- Jalan Arteri
- Pelabuhan Penyeberangan
- Tempat Ibadah
- Lokasi Wisata
"Operasi Ketupat sendiri memiliki lima klaster pengamanan. Pertama adalah jalan arteri, yang hingga saat ini masih cukup padat di wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya, karena masih banyak masyarakat melakukan silaturahmi lokal," tutur dia.
Baca Juga: 5 Menit Pengecekan Simpel Sebelum Hadapi Arus Balik Mudik Lebaran

Berbagai strategi rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mengurai kepadatan, mulai dari one way nasional hingga one way lokal presisi. Selain itu, contraflow diperluas secara bertahap hingga beberapa lajur di ruas Tol Trans Jawa.
Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi," jelasnya.
Berdasarkan data evaluasi sementara, pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini mencatatkan tren positif dalam hal keselamatan jalan. Tercatat angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas menurun signifikan sebesar 30,89 persen dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, jumlah total kejadian kecelakaan juga turun sebesar 5,75 persen.
Baca Juga: Imbauan Pemudik Lebaran yang Lewat Jalan Tol, Ini yang Harus Diwaspadai
Irjen Pol. Agus juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan tradisi mudik tahun ini.
"Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna," pungkasnya.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi petugas di lapangan selama masa KRYD berlangsung, terutama bagi mereka yang masih melakukan perjalanan balik menuju kota asal.

