Pabrikan Otomotif Amerika Serikat Diminta Memproduksi 40% Mobil Listrik Pada 2030

Pabrikan Otomotif Amerika Serikat Diminta Memproduksi 40% Mobil Listrik pada 2030

KabarOto.com - Melansir dari Reuters pada Kamis kemarin (29/07), pihak pemeritahan Amerika Serikat melalui presiden Joe Biden, meminta setiap pabrikan mobil Amerika Serikat untuk berkomitmen pada 40% dari kendaraan yang mereka bangun untuk menjadi listrik pada tahun 2030.

Dengan kata lain, pemerintahan Biden ingin melihat General Motors, Ford dan Stellantis (sebelumnya Fiat Chrysler Automobiles) menghapus lebih banyak kendaraan bertenaga bahan bakar fosil demi mobil listrik terbaru.

Baca juga: Ford Mustang Mach-E GT Performance Diklaim Sebagai Mobil Listrik Tercepat

Selain itu, Ford dan GM tidak segera membalas komentar tentang potensi, pakta dengan pihak Gedung Putih ini. Stellantis tidak berkomentar langsung tentang pakta ini, tetapi menegaskan kembali berkomitmen untuk tujuan ini pada 8 Juli saat mempresentasikan strategi EV barunya.

Serikat Pekerja Mobil Bersatu, yang di masa lalu memperingatkan terhadap mandat EV, mengutip potensi kehilangan pekerjaan, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "UAW masih dalam diskusi dan belum mencapai kesepakatan pada saat ini."

Baca juga: Ford Mustang Mach-E First Edition, Sudah Ludes Terpesan!

Menurut laporan itu, belum ada pembuat mobil yang secara resmi menandatangani permintaan Gedung Putih. Namun sepertinya pihak pabrikan mesih memperhitungkan soal kendaraan hibrida, beralih menuju mobil listrik penuh belum menjadi sebuah upaya solusi.

Berdasarkan kesepakatan pada era presiden Obama peningkatan produksi mobil listrik pertahun sebesar 5% setelah 2026, sementara berdasarkan kesepakatan California mentargetkan peningkatan 3,7% setiap tahunnya.

Masih menjadi pro dan kontra soal produksi mobil listrik ini, karena menyangkut pada para pekerja dan komitmen pemerintah akan peningkatan produksi mobil listrik ini.