KabarOto.com - Menjaga performa mesin diesel agar tetap responsif dan awet memerlukan perhatian khusus pada sistem pembakaran dan aliran bahan bakar. Salah satu metode perawatan vital yang sangat direkomendasikan adalah proses purging secara berkala.
Menurut Aong Ulinnuha, Manager dari ABS Diesel, tindakan purging berfungsi mendasar untuk membersihkan seluruh saluran bahan bakar, terutama komponen injektor dari endapan jelaga maupun kerak sisa pembakaran.
Perawatan ini sangat disarankan untuk dilakukan setiap interval 20.000 kilometer guna memastikan suplai bahan bakar tetap optimal,
tegasnya.
Baca juga:
Perawatan Mesin Diesel yang Kerap Gunakan BBM B50, Wajib Tengok
Perbedaan Mesin Konvensional vs Common Rail
Kebutuhan akan purging memiliki tingkat urgensi yang berbeda tergantung pada teknologi mesin yang digunakan. Pada mesin diesel konvensional, ketidakhadiran prosedur purging tidak menjadi masalah besar karena toleransi sistemnya yang cenderung lebih longgar.
Sebaliknya, pada mesin diesel modern berbahan bakar common rail, proses purging menjadi hal yang sangat krusial. Hal ini dikarenakan injektor pada sistem common rail memiliki lubang-lubang nozzle yang sangat kecil dan sensitif terhadap kotoran. Pembilasan berkala membantu melunturkan kerak-kerak membandel sehingga lubang injektor tetap bersih dan suplai bahan bakar tidak tersumbat,
beber Aong.
Menurut Aong, efektivitas purging terbukti secara nyata dalam menjaga daya tahan dan presisi komponen mesin. Aong membagikan pengalamannya saat menangani unit Toyota Fortuner tahun 2016 milik seorang konsumen yang berlatar belakang mantan karyawan BUMN.
Ketika injektor kendaraan tersebut dilepas dan diuji menggunakan mesin kalibrasi (test bench), volume serta pola penyemprotan bahan bakarnya ternyata masih dalam kondisi sangat sempurna dan menunjukkan indikator hijau tanpa penurunan performa sedikit pun. Rahasia di balik ketahanan injektor tersebut tidak lain adalah kedisiplinan sang pemilik dalam melakukan purging secara rutin tiap 20.000 kilometer.
Baca Juga: Perlakuan Mobil Diesel Terkait Kebijakan Biosolar B50, Simak Ini
Langkah Perawatan Berkala Mesin Diesel
Selain purging, langkah perawatan rutin mesin diesel sebenarnya tergolong praktis dan mudah dilakukan oleh pengguna awam. Pengguna cukup disiplin mengganti filter solar setiap 5.000 km, mengganti filter oli secara berkala (misalnya setiap tiga kali penggantian oli mesin), serta rutin membersihkan filter udara.
Khusus pada mobil diesel Toyota, terdapat komponen penting bernama filter MAP (Manifold Absolute Pressure) yang wajib diperiksa dan diganti jika mengalami kebocoran. Kerusakan atau penyumbatan pada filter MAP dapat berakibat fatal pada penurunan akselerasi, seperti respons tenaga yang lambat saat kendaraan dipacu dari kecepatan 80 hingga 100 kpj.
Terkait dengan pemeliharaan mendalam, kendaraan berstandar emisi Euro 4 yang sistem EGR-nya (Exhaust Gas Recirculation) sudah terbuka penuh, terutama yang telah mencapai jarak tempuh sekitar 150.000 km, disarankan untuk mengambil paket intake cleaner. Prosedur ini melibatkan pembongkaran total pada komponen EGR dan saluran intake untuk membersihkan penumpukan kerak karbon yang tebal.
Karena masalah penumpukan kerak ini, tidak sedikit pemilik kendaraan yang memilih untuk mematikan fungsi EGR melalui metode remap atau penutupan jalur, sehingga karakter pembakaran mesin kembali bersih seperti karakteristik mesin Euro 2.
Dari sisi finansial, Aong bilang biaya pemeliharaan dasar (basic service) untuk mobil diesel terbilang sangat terjangkau, yaitu berada di kisaran Rp 250.000 saja.

