Sudah Jalani Uji Coba, Bahlil Pastikan Kualitas Biodiesel B50 Lebih Baik

Dian Tami Kosasih
Dian Tami Kosasih
1 jam, 9 menit lalu
Sudah Jalani Uji Coba, Bahlil Pastikan Kualitas Biodiesel B50 Lebih Baik

Bahlil Pastikan Kualitas Biodiesel B50 Lebih Baik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. langkah tersebut melalui implementasi biodiesel 50% atau B50 yang dijadwalkan meluncur 1 Juli 2026.

Adapun Biodiesel merupakan campuran 50 persen berbasis minyak sawit mentah dan 50 persen bahan bakar solar. Program ini merupakan keberlanjutan dari implementasi biodiesel pada tingkat campuran sebelumnya, mulai dari B20, B30, hingga B40.

Baca Juga: Berlaku 1 Juli 2026, Pahami Arti Biosolar B50 dan dan Efeknya pada Kendaraan Diesel

Bahlil juga menegaskan, berbagai tahapan pengujian telah dilakukan secara menyeluruh dan menunjukkan hasil menggembirakan. Pengujian tersebut dipimpin oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.

"Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari Kementerian ESDM yang dipimpin oleh Ibu Dirjen EBTKE Prof. Eniya. Hasilnya sangat menggembirakan," ujar Bahlil di Jakarta.

Salah satu hasil pengujian menunjukkan, kualitas B50 dinilai lebih baik dibandingkan B40 dari sisi kadar air. Menurut Bahlil, hingga saat ini kadar air B50 tercatat lebih rendah dibandingkan B40, sehingga memberikan indikasi performa dan stabilitas bahan bakar lebih baik.

Pengujian juga dilakukan di berbagai jenis kendaraan dan peralatan operasional untuk memastikan kesiapan implementasi secara luas.

Uji coba mencakup kendaraan angkutan, alat berat sektor pertambangan, ekskavator, kapal, kereta api, hingga berbagai mesin dan kendaraan pertanian.

Baca Juga: 40.000 Km Uji Jalan Biodiesel B50, Ini Laporan Mitsubishi Fuso dan Hino

"Ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan, baik alat berat, kapal, kereta api, dan kendaraan lainnya. Sektor tambang, ekskavator, hingga alat pertanian semuanya sudah dilakukan," kata Bahlil.

Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah optimistis peluncuran B50 pada semester II tahun 2026 dapat berjalan sesuai rencana. Implementasi B50 diharapkan mampu menekan kebutuhan impor solar secara signifikan, bahkan berpotensi menghilangkan impor untuk jenis solar tertentu apabila program berjalan optimal.

Pada 2026, pemerintah menerapkan skema transisi melalui pelaksanaan B40 pada semester pertama dan B50 pada semester kedua. Total alokasi biodiesel sepanjang tahun diperkirakan mencapai sekitar 17,60 juta kiloliter (kL).

Hingga 13 April 2026, realisasi penyaluran biodiesel telah mencapai 3,90 juta kL atau setara 24,9 persen dari total alokasi tahunan.

Tags:

#Uji Jalan B50 #Biodiesel B50 #BBM B50

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan