Pemerintah Terus Tingkatkan Kualitas Jalan Sabuk Merah Di Perbatasan NTT

Pemerintah Terus Tingkatkan Kualitas Jalan Sabuk Merah di Perbatasan NTT Kualitas jalan terus ditingkatkan (PUPR)

KabarOto.com - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah memastikan kesiapan dan kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan, baik jalan tol maupun jalan nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol dan non tol disiapkan sebagai jalur logistik, untuk kelancaran produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok, obat-obatan atau alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis dalam rangka penanganan Covid-19.

Baca Juga: Rexco 50, Cairan Multi Fungsi Untuk Mobil Dan Motor

"Kami memastikan kemantapan pada jalan tol dan jalan nasional yang baik, termasuk menjaga agar satu wilayah tidak terisolir karena jalan dan jembatan putus," kata Basuki.

Salah satu ruas jalan strategis nasional, yang terus ditingkatkan kondisinya adalah Jalan perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berbatasan dengan Timor Leste sepanjang 179,99 kilometer, atau yang di kenal dengan istilah Sabuk Merah Sektor Timur.

Jalur logistik untuk penanganan Virus Covid-19

Jalan itu, membentang dari Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka. Dari 179,99 kilometer tersebut, yang sudah dilapisi aspal hingga tahun 2019 adalah sepanjang 145,17 kilometer.

Adapun pada tahun 2020, direncanakan jalan yang sudah aspal akan bertambah dan sedang dikerjakan menjadi sepanjang 164,57 kilometer, sehingga sisanya akan dituntaskan pada tahun 2021.

Sepanjang Jalan Sabuk Merah Sektor Timur tersebut, rencananya juga akan dibangun sebanyak 41 buah jembatan dengan panjang 1.599 meter. Hingga tahun 2019, telah terbangun sebanyak 23 buah jembatan dengan panjang 1.039,5 meter.

Dikelilingi pemandangan indah

Selanjutnya pada tahun 2020 sendiri akan diselesaikan menjadi 33 buah jembatan, sehingga sisanya akan dituntaskan pada tahun 2021 mendatang. Adapun Jembatan tersebut, semuanya terbuat dari rangka baja dengan bentang rata-rata 60 meter.

Baca Juga: Sobat KabarOto Bisa Dapat Apa Saja Di Auto2000 Digiroom?

"Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini, juga punya arti penting karena akan menjadi akses pendekat ke garis perbatasan, sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan di dua negara tersebut," tutur Basuki.

Pembangunan jalan ini pun mendukung perekonomian masyarakat setempat, khususnya dalam sektor pariwisata. Sebuah sabana Fulan Fehan di Lamaknen, Kabupaten Belu, terlintasi Sabuk Merah sektor Timur, sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke spot wisata yang unik dan eksotik ini.