Penjualan Toyota Mencapai 108.874 Unit, Avanza Dan Veloz Terbanyak

Penjualan Toyota Mencapai 108.874 Unit, Avanza dan Veloz Terbanyak Toyota Avanza dan New Veloz (Foto: TAM)

KabarOto.com - PT Toyota-Astra Motor (TAM) berhasil meningkatkan kinerja penjualan sepanjang kuartal II tahun 2022. Sampai April 2022, penjualan Toyota mencapai 108.874 unit, naik 34,9% dibanding periode Januari sampai April 2021, mencapai 80.736 unit. Dari angka tersebut, Toyota Avanza dan New Veloz Terbanyak

Market share Toyota juga ikut naik dari 30,5% menjadi 31,5%. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy menjelaskan kunci sukses TAM.

Baca juga: Modifikasi Toyota Innova Diesel Lawas, Asyik Untuk Harian

“Berbagai program kami tawarkan, dan mendapat respon positif dari pelanggan. Sehingga mampu meningkakan penjualan," terangnya. Hasil ini, diharapkan bisa memberi kontribusi pada peningkatan kinerja industri otomotif nasional, juga pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Toyota Avanza dan New Veloz menjadi penyumbang terbesar penjualan TAM (Foto: TAM)

Toyota All New Veloz dan All New Avanza, penjualannya mencapai angka 4.000 unit per bulan. Sampai April 2022, All New Avanza telah membukukan penjualan lebih dari 17.000 dan All New Veloz lebih dari 15.000 unit.

Penjualan All New Veloz, bulan April 2022 meningkat sebesar 50,7% di banding Maret 2022. Market share LMPV Toyota terhadap total LMPV pada Januari sampai April 2022, di level 45%, atau naik sebesar 6,7% dari 38,3% di tahun 2021.

Sepanjang kuartal II tahun ini, TAM menghairkan program Toyota Spektakuler, memberikan berbagai penawaran menarik, untuk pelanggan, seperti layanan digital. Berbagai benefit juga diberikan untuk pelanggan.

Bagi pembeli All New Veloz, All New Avanza, Rush dan Raize, hanya membayar uang muka sebesar 10%, cicilan 0%, sampai gratis asuransi selama 2 tahun. Tambahan benefit lainnya, memberikan hadiah langsung Rp 3 juta.

Baca juga: Toyota Thailand Rayakan 60th Anniversary Rilis Varian Khusus

Anton menambahkan, stimulus yang diberikan tersebut, untuk memberi kemudahan kepada pelanggan, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi agar berlangsung lebih cepat lag. "Kami perlu memberikan stimulus kepada pelanggan, agar pasar otomotif bisa bergerak lebih dinamis lagi,” tutup Anton Jimmi Suwandy.