KabarOto.com - Nama Toyota dikenal sebagai raja otomotif dunia, dengan jutaan mobil terjual setiap tahunnya. Bisa dikatakan, hampir seluruh negara di dunia, nama pabrikan asal Jepang ini selalu ada di daftar mobil terlaris.
Namun beberapa bulan ke belakang, mereka mendapat tekanan hebat dari merek-merek asal Tiongkok. Penjualannya terus merosot, bahkan hingga 25,4 persen pada April 2026 kemarin.
Baca Juga : Gucci Racing Alpine Formula One Siap Meriahkan Musim 2027
Tentunya ini bukan sebuah pertanda baik. Efeknya penjualan global ikut terdampak, angkanya terus menurun dalam tiga bulan terakhir ini.
Penurunan ini terjadi karena semakin ketatnya persaingan di pasar otomotif global. Terlebih Negeri Tirai Bambu kini menjadi area pertempuran sengit bagi para produsen mobil.

Pabrikan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir memang kerap menghadirkan kendaraan listrik, dengan teknologi yang semakin canggih namun dikemas dalam harga ekonomis.
Berdasarkan laporan, penjualan gabungan Toyota dan Lexus pada April 849.306 unit. Turun 3,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bukan hanya di Tiongkok, Toyota juga melemah di pasar negara lain.
Baca Juga : The Chelsea Rivet, Kendaraan Off-Road Mini Berdesain Nyentrik
Penjualan mereka juga merosot di Timur Tengah akibat konflik, turun hingga 33,7 persen. Sementara di Amerika Serikat, yang merupakan pasar terbesar ikut turun 4,6 persen.
Diperkirakan, bakal ada 10.000.000 unit mobil yang diproduksi oleh Toyota dan Lexus pada tahun fiskal ini, mulai 1 April 2026 hingga 31 Maret 2027.

