Peran Toyota Kurangi Emisi Di Dunia Otomotif

Peran Toyota Kurangi Emisi di Dunia Otomotif TAM

KabarOto.com - PT Toyota-Astra Motor (TAM) klaimnya berkomitmen untuk senantiasa mendukung kebijakan Pemerintah dalam upaya memasyarakatkan kendaraan yang ramah lingkungan, lewat Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-In Hybrid Vehicle (PEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV).

Toyota sepenuhnya mendukung kehadiran regulasi CO2 Tax. Keberadaan regulasi tersebut merupakan bentuk keseriusan upaya Pemerintah untuk mengurangi emisi karbon yang menjadi penyebab pemanasan global dan perubahan iklim.

“Pada dasarnya Toyota memiliki pemahaman yang sama dengan Pemerintah terkait dengan tujuan kehadiran regulasi CO2 Tax,” kata President Director PT Toyota-Astra Motor, Susumu Matsuda.

Baca Juga: Toyota Astra Financial Services (TAF) Resmikan Dua Program Barunya

Dalam rencana jangka panjang, selain menambah line-up teknologi ramah lingkungan, ia bilang juga akan melakukan pengembangan teknologi ICE agar kadar emisinya semakin rendah.

Secara global saat ini, Toyota memiliki 55 line-up kendaraan elektrifikasi mulai yang terdiri dari kendaraan berteknologi HEV, PHEV, BEV, maupun FCEV.

Pihaknya bilang, total penjualan lebih dari 2 juta unit setiap tahunnya, telah mengurangi total kumulatif emisi karbon sebesar 140 juta ton dalam waktu lebih dari 20 tahun.

Pada tahun 2030, Toyota menargetkan penjualan lebih dari 30 juta unit lebih kendaraan elektrifikasi dengan penjualan tahunan sebesar 5,5 juta di seluruh dunia.

Di Indonesia, TAM pertama kali menghadirkan kendaraan elektrifikasi HEV melalui Toyota Prius Hybrid pada 2009 dan Lexus LS600h pada 2010. Hingga saat ini, Toyota Indonesia telah memiliki 10 model kendaraan elektrifikasi mulai dari HEV, PHEV, hingga BEV.

Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Nasional, Komunitas Toyota Fortuner Id42ner Sambangi Wisata Bengkulu

Kehadiran kendaraan HEV di Indonesia diklaim mendapat respon yang positif. Untuk Corolla Cross Hybrid misalnya, penjualan kendaraan elektrifikasi yang diluncurkan Toyota pada 2020 cukup membanggakan. Dalam kurun waktu kurang dari 6 (enam) bulan sejak peluncuran resminya, Toyota berhasil memasarkan Corolla Cross HEV sebanyak 652 unit dan 1.070 unit selama 2021 atau meningkat 64% dibanding tahun sebelumnya.

Kehadiran regulasi CO2 Tax diyakini juga akan meningkatkan penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota sehingga kontribusinya untuk menurunkan emisi karbon juga semakin besar.

Sebelum adanya penerapan regulasi CO2 Tax, perbedaan harga kendaraan hybrid dan non-hybrid mencapai Rp 50 juta hingga Rp 160 Juta per unit. Namun dengan adanya implementasi CO2 Tax, perbedaan harga turun berkisar Rp 40 juta hingga Rp 60 juta per unit dengan harga terjauh sekitar Rp 100 juta lebih sedikit.

Selain mempersiapkan untuk memproduki kendaraan hybrid di Indonesia pada 2022 mendatang, Toyota juga telah menghadirkan EV Smart Mobility di Nusa Bali dan akan dikembangkan ke daerah destinasi wisata lainnya di Indonesia dalam upaya makin mempopulerkan kendaraan elektrifikasi bagi masyarakat.