Persiapan Indonesia Sebagai Pemasok Baterai Kendaraan Listrik

Kipli
Kipli
Kamis, 07 Mei 2026
Persiapan Indonesia Sebagai Pemasok Baterai Kendaraan Listrik

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Selama ini Indonesia dikenal sebagai pemasok bahan baku, namun ekosistem industri baterai Indonesia direncanakan berkembang dari hulu hingga hilir, yang diharapkan bukan hanya untuk memperkuat industri nasional, tetapi juga untuk menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat rantai pasok kendaraan listrik dan penyimpanan energi di Asia.

Didukung cadangan nikel yang mencapai sekitar 1,6 juta ton, serta meningkatnya investasi di sektor kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS), Indonesia menjelma sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok baterai lithium-ion global.

Baca Juga: Toyota Bikin Kota dengan Kendaraan Mobilitas Masa Depan

Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia, akan fokus pada percepatan program melalui target 100 Gigawatt pembangunan PLTS untuk mempercepat kemandirian energi dan penggunaan energi bersih.

Momentum ini dimanfaatkan The Battery Show Asia - Indonesia 2026, sebagai ruang pertemuan bagi seluruh rantai industri baterai mulai dari produsen sel baterai, battery pack assemblers, sistem manajemen baterai (BMS), energy storage system, battery recycling, hingga integrasi dan perluasan infrastruktur kendaraan listrik serta solusi energi terbarukan.

Menurut Hanung Hanindito selaku Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, perkembangan industri baterai saat ini menunjukkan bahwa batas antara sektor energi, manufaktur, dan teknologi semakin tipis.

Baca Juga: Daftar Segmen Mobil Listrik Menengah, Enggak Sampai Rp400 Juta

“Hari ini kita tidak lagi berbicara tentang baterai hanya sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari strategi industri nasional. Dari kendaraan listrik, renewable energy, hingga sistem penyimpanan data untuk kebutuhan industri, semuanya membutuhkan ekosistem yang terhubung,” ujar Hanung Hanindito.

Bagi pelaku industri kendaraan listrik dan baterai, momentum ini bukan hanya soal peluang bisnis, tetapi juga kesempatan untuk masuk lebih awal ke pasar yang sedang tumbuh cepat.

Ketika rantai pasok global mulai bergeser ke Asia Tenggara, keputusan untuk hadir bisa menjadi langkah penting dalam menentukan bisnis ke depan. Indonesia dikatakan tidak lagi hanya menjadi pasar EV yang menjanjikan, tetapi sedang membangun dirinya sebagai pusat produksi dan inovasi baterai.

Tags:

#Baterai Ion Natrium #Teknologi Baterai #Baterai Natrium

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan