Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pindahkan Gigi Motor Keras? Ini Penyebabnya

Kamis, 08 Juni 2017
Pindahkan Gigi Motor Keras? Ini Penyebabnya

penyebab presneling gigi keras adalah karena setelan mur dan baut pada speling tuas persneling kurang pas.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kabaroto.com - Bagi anda yang menggunakan motor bergigi persneling (manual), tentu pernah merasakan persneling keras saat menggunakannya. Biasanya pengendara yang tak memperhatikan hal tersebut terus memaksa keadaan itu sehinga kerusakan tentu akan semakin parah dan cukup bisa membuat kerusakan menjadi merembet ke komponen lainnya.

Anda harus mengetahui penyebab gigi persneling tersebut mengapa bisa keras? Iwan salah satu mekanik senior di sebiah bengkel di kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan memberikan info penyebab gigi persneling keras.

Yang Pertama menjadi penyebab presneling gigi keras adalah karena setelan mur dan baut pada speling tuas persneling kurang pas. Hal ini disebabkan pengaturan speling atau jarak renggang pada tuas persneling punya setingan yang berdampak kepada akselerasi motor. Saat diatur dengan ukuran yang sempit membuat perpondahan gigi terasa empuk, tetapi tarikan akselerasi menjadi lambat. Dan sebaliknya jika ukuran tuas persneling terlalu renggang maka perpindahan gigi kan mengalami kesulitan. Saat tangkai kampas belum mencapai posisi maksimal namun justru tangkai pemindah gigi sudah menggeser posisi gigi.

Tags:

#Persneling Motor
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan