KabarOto.com - Puluhan sahabat disabilitas tampak antusias menyusuri setiap sudut Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Di antara mereka, terdapat sekitar 20 teman tuli dan 10 penyandang tuna daksa yang hari ini, Selasa (10/02/2026) mendapat kesempatan istimewa berkunjung ke pameran otomotif terbesar di Indonesia.
Kunjungan ini diinisiasi oleh Kamibijak (Kami Berbahasa Isyarat Jakarta), media daring pertama di Indonesia yang ramah disabilitas dan berfokus pada pemberitaan menggunakan bahasa isyarat, bekerja sama dengan Dyandra Promosindo selaku penyelenggara IIMS.
Baca Juga: Begini Cara Komunitas BikHarapaners Difabel Rayakan Hari Disabilitas Ala Otomotif
Sejak memasuki area pameran, raut wajah penasaran dan bahagia terlihat jelas. Dari booth A hingga D, mereka mengamati beragam mobil dan motor terbaru dengan teknologi modern. Setiap kendaraan menjadi bahan diskusi, mimpi, dan harapan akan masa depan mobilitas yang lebih inklusif.
Faisal Saleh, peserta asal Jakarta Utara, mengaku sangat senang bisa melihat langsung berbagai model mobil baru. Baginya, pameran ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga pemantik mimpi. Ia berharap suatu hari bisa memiliki mobil sendiri yang dimodifikasi khusus untuk penyandang disabilitas. “Kalau bisa ada pelatihan nyetir mobil untuk kami, penyandang disabilitas,” ujarnya penuh harap.
Harapan serupa disampaikan Yessy, anggota komunitas disabilitas lainnya. Ia berharap ke depan ada merek otomotif yang secara khusus menghadirkan motor dan mobil ramah difabel. “Selama ini kami memodifikasi sendiri. Berharap ada kendaraan baru yang memang dirancang khusus untuk kami,” katanya.

Kegiatan berlanjut dengan kehadiran mereka dalam talk show bertema #SafeAndAble. Menghadirkan Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, dan Mohammad Abdillah, Instruktur Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati.
Baca Juga: Ganjil Genap Tak Berlaku untuk Difable, Ini Syarat Mendapatkan Izinnya
Diskusi ini menegaskan pentingnya keselamatan dan aksesibilitas berkendara bagi semua. Kunjungan ini pun menjadi simbol bahwa dunia otomotif dan disabilitas dapat berjalan beriringan menuju masa depan yang lebih setara.

