KabarOto.com - 75 tahun lalu, Porsche membentuk identitas motorsport. Melalui Porsche 356 SL yang didukung oleh tim pabrikan, produsen sports car tersebut meraih kemenangan kelas pertamanya di ajang 24 Hours of Le Mans, sekaligus menandai debutnya di panggung internasional.
Pencapaian tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang yang mencakup berbagai lintasan balap, reli, hill climb, dan balap ketahanan, baik melalui tim pabrikan maupun customer racing, yang hingga saat ini tetap menjadi salah satu pilar utama Porsche Motorsport.
Porsche Museum mendedikasikan special exhibition “Raceborn – 75 Years of Porsche Motorsport” untuk mengenang perjalanan tersebut. “Porsche adalah motorsport. Dan motorsport telah membentuk Porsche menjadi seperti sekarang. Melalui special exhibition ini, kami memberikan penghormatan kepada warisan tersebut sekaligus misi kami untuk masa depan, dengan menampilkan seluruh spektrum yang menjadi bagian penting dari DNA kami,” ujar Achim Stejskal, Head of Porsche Heritage and Museum.
Baca Juga: Cobalt Tartan Interior Package, Sulap Porsche Macan Jadi Vintage
Warisan dan Masa Kini
Sebanyak 31 kendaraan menjadi bagian dari special exhibition ini, namun masing-masing tidak dipandang sebagai sekadar obyek pameran. Setiap kendaraan merepresentasikan sebuah konteks, mulai dari kategori balap, tantangan teknis, era, regulasi, hingga tim.
“Setiap kendaraan menceritakan sisi berbeda dari motorsport, mulai dari lightweight construction dan aerodinamika hingga ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam balapan,” ujar Schleicher. Sepanjang pameran, mobil balap bersejarah dan modern ditampilkan berdampingan.
Porsche 356 SL merepresentasikan kesuksesan awal Porsche di kancah internasional, sementara mobil Formula E 99X Electric menunjukkan motorsport terus berkembang seiring perubahan teknologi.
Porsche 963 merepresentasikan dunia prototype dan endurance racing masa kini. Sementara itu, studi seperti Cayman GT4 e-Performance memberikan gambaran kepada pengunjung mengenai bagaimana berbagai tantangan masa depan diuji melalui motorsport.
Baca Juga: Fitur Porsche Cayenne untuk Indonesia, Banderol Rp2,9 Miliaran
Motorsport untuk Semua
Perjalanan pameran diawali dengan sebuah prolog, kemudian membawa pengunjung menjelajahi berbagai kategori balap masa kini seperti Formula E, prototype dan endurance racing, GT racing, one-make series, serta grassroots motorsport.
Selain itu, mini cinema memberikan wawasan mengenai proses kerja Porsche Museum sekaligus mengangkat berbagai pertanyaan yang muncul dalam restorasi mobil balap bersejarah, seperti komponen apa yang perlu dipertahankan, apa yang harus diperbarui, serta bagaimana menyeimbangkan jejak penggunaan, keaslian teknis, dan penyajiannya sebagai koleksi museum.

