Responsible Travel, Cara Royal Enfield Lestarikan Budaya Yang Hampir Punah

Responsible Travel, Cara Royal Enfield Lestarikan Budaya yang Hampir Punah RE

KabarOto.com - Royal Enfield mengklaim berkomitmen terhadap misi sosialnya yakni Responsible Travel, pada hari ini memperlihatkan video dokumenter dengan judul “Mendokumentasikan Generasi Terakhir Pengrajin Tusuk Konde dengan Teknik Patri Tiup”.

Video dokumenter yang dibuat bersama Nusantara Documentary tersebut, diklaim menandai komitmen dan keterlibatan langsung Royal Enfield dalam melestarikan budaya, termasuk di Indonesia.

Baca juga: Royal Enfield Resmi Dirikan Pabrik Perakitan Di Thailand

Vimal Sumbly selaku Business Head for APAC Markets, Royal Enfield berkata, “Royal Enfield berfokus menyemangati komunitas berkendara kami yang bertumbuh semakin banyak untuk berkendara secara bertanggung jawab dengan tujuan meninggalkan setiap tempat dalam keadaan lebih baik.

Ia melanjutkan, pihaknya berkomitmen untuk melindungi dan melestarikan aset alam dan lingkungan hidup setempat selama kegiatan riding komunitasnya.

"Kami mendorong komunitas dan pengendara lainnya untuk memberikan manfaat sosio-ekonomi ke masyarakat setempat di tujuan perjalanan yang lingkungan hidupnya rentan.”

Baca juga: Royal Enfield Marquee Ride 2021 Touring Ke Bali

Proses pembuatan video dokumenter teknik Patri Tiup dikerjakan oleh Bonfilio Yosafat selaku pendiri Nusantara Documentary, yang berkendara dengan Royal Enfield 500 ke tempat tinggal Pak Bardian di Kotagede.

Misinya adalah untuk mengarsip secara visual proses pembuatan tusuk konde Jawa yang ikonis dengan teknik tradisional Patri Tiup, yang saat ini hanya dikerjakan oleh Pak Bardian yang berusia 67 tahun. “Sungguh suatu perjalanan yang luar biasa yang bermula dari Seturan, Depok Sleman Yogyakarta ke Jembatan Janti, saya berkendara melewati jalanan besar dan kecil, menikmati pemandangan budaya yang indah sepanjang jalan, serta membiarkan diri saya menyatu dengan jalanan,” ujarnya.