Roll Cage Dalam Atau Luar, Apa Perbedaannya?

Roll Cage Dalam atau Luar, Apa Perbedaannya? Foto: Kipli

KabarOto.com - Dunia motorsport tentu saja tak hanya berbicara soal handling yang superior maupun tenaga mesin yang besar. Ada faktor keselamatan juga yang harus diperhitungkan, misalnya roll cage yang berfungsi untuk melindungi orang di kabin.

Mayoritas cabang motorsports memang mengharuskan menggunakan peranti ini menempel di mobil balap maupun olahraga ekstrim lainnya. Nah, Julian Johan selaku pembalap off-road punya penjabaran tentang part yang malang melintang di sekitar mobil ini.

"Sebenarnya ada 2 jenis roll cage yang umum dipakai di mayoritas mobil balap maupun olahraga ekstrim lainnya. Ini jadi standar keselamatan di seluruh dunia jika ingin ikut balapan agar orang didalamnya tetap aman jika terjadi benturan," ujar Jeje, sapaan akrabnya saat live Instagram bareng Kabaroto (24/4).

Nah, berbicara olahraga tanah seperti speed off-road, rally dan adventure off-road pemandangan roll cage memang bervariasi. Ada yang memakai didalam kabin, ada pula yang memasangnya di sekitar bodi mobil, lantas apa perbedaannya?

Baca Juga: Off-Roader Geruduk Julian Johan Jejelogy Weekend Fun Offroad

"Sebenarnya kedua jenis roll cage itu ada kelebihannya masing-masing. Biasanya kalau yang didalam kabin seperti di speed off-road dan rally dibuat lebih ringkas menyambung langsung ke bagian sasis, ya lebih repot sih memang untuk keluar masuk orang, karena banyak terhalang (roll cage)," jelas penggeber mobil speed off-road dan adventure off-road itu.

Selain roll cage didalam, rupanya banyak juga yang menggunakan roll cage diluar seperti yang biasa dijumpai pada mobil-mobil adventure off-road.

"Nah, enaknya kalau roll cage diluar bisa sekaligus melindungi bodi mobil dari crash, terus untuk pengemudinya juga lebih leluasa di kabin yang lebih lega, apalagi kalau adventure off-road bisa berhari-hari didalam mobil kan," imbuh pemukim kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat tersebut.

Nah, Jeje juga bilang, untuk membuat roll cage yang layak untuk digunakan membutuhkan biaya setidaknya Rp 7 juta hingga Rp 10 jutaan dengan material pipa seamless SCH 40.

"95 persen mobil balap di Indonesia pakai itu, masih jarang yang FIA Approved dengan material chromoly," tutup pria yang pernah geber Proton di reli internasional itu.

Berita Terkait

Berita Terkait