Subaru Lakukan Kesalahan Selama 30 Tahun Dalam Proses Pengecekan Akhir Kendaraan

Subaru Lakukan Kesalahan Selama 30 Tahun dalam Proses Pengecekan Akhir Kendaraan foto: www.carscoops.com

KabarOto.com - Subaru melakukan prosedur inspeksi yang tidak tepat untuk produksi kendaraan di Jepang. Para teknisi Subaru yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan akhir produksi kendaraan ternyata tidak memiliki sertifikat.

Seperti dilansir dari Auto News, Sabtu (28/10/2017), Kesalahan prosedur inspeksi akhir kendaraan itu diketahui setelah Kementerian Transportasi Jepang melakukan pemeriksaan beberapa waktu lalu.

Parahnya lagi, Subaru melakukan kesalahan prosedur inspeksi akhir kendaraan itu selama lebih dari 30 tahun. Oleh karenanya, harus menarik kembali (recall) 255 ribu unit kendaraan mereka.

Baca Juga:

"Proses pemeriksaan akhir kendaraan amat penting dan kami tidak melakukannya secara benar. Kami melakukan proses yang sama selama lebih dari 30 tahun," ungkap CEO Subaru, Yasuyuki Yoshinaga.

"Kami tidak menyadari bahwa hal itu tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Transportasi Jepang," dia menambahkan.

Kasus yang dialami Subaru ini serupa dengan apa yang dilakukan Nissan. Mereka juga mempekerjakan teknisi yang tak memiliki sertifikat untuk melakukan pengecekan akhir dalam produksi kendaraan.

Alhasil, mereka menarik kembali 34 ribu mobil yang diproduksi antara 20 September - 18 Oktober 2017. Perusahaan otomotif asal Jepang itu juga memutuskan menutup sementara pabrik produksi mereka.