KabarOto.com - Ganti ban mobil Terkesan begitu simpel dan kerap dianggap sederhana bahkan cenderung disepelekan. Pemilik merasa cukup memilih merek yang dikenal atau harga yang sesuai dan menganggap masalah selesai.
Padahal, tidak semudah itu, apalagi terkait dengan handling dan kenyamanan. Pemilihan ban pengganti tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain merek, ada sejumlah faktor teknis yang perlu diperhatikan agar performa dan keselamatan tetap terjaga.
Setiap mobil memiliki ukuran ban yang sudah disesuaikan dengan desain suspensi dan sistem kendaraannya. Ukuran seperti lebar ban, rasio tinggi, hingga diameter pelek. "Misalnya 215/60 R17 atau 225/55 R18 tidak boleh diubah terlalu jauh. Perubahan ukuran yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan, konsumsi bahan bakar, hingga akurasi spidometer," kata Herry Liu dari Bandar Per.
Baca Juga: Mendagri Minta Pajak Kendaraan Listrik Tetap Dibebaskan

Menurutnya, Load Index dan Speed Rating merupakan indikator ini sering diabaikan, padahal sangat penting. Load index menunjukkan kemampuan ban menahan beban, sementara speed rating menunjukkan batas kecepatan maksimal yang aman. Menggunakan spesifikasi di bawah standar dapat berisiko pada keselamatan, terutama saat mobil digunakan di jalan tol atau membawa beban penuh.
Herry bilang, ban memiliki karakter berbeda, seperti comfort (nyaman dan senyap), performance (daya cengkeram tinggi), atau durability (lebih awet). Penggunanya disarankan memilih ban dengan karakter yang sesuai dengan kebutuhan berkendara, baik untuk penggunaan harian di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: Profil Foton eView Connect, Jadi Kendaraan Urban Listrik

Desain tapak ban memengaruhi kemampuan mencengkeram jalan, terutama saat kondisi basah. Ban dengan pola yang baik dapat membantu mengurangi risiko aquaplaning dan meningkatkan stabilitas kendaraan.
"Jangan lupa ban memiliki masa pakai, meskipun belum digunakan. Pastikan memilih ban dengan tahun produksi terbaru (ditandai kode DOT), idealnya tidak lebih dari 2–3 tahun sejak diproduksi agar performanya tetap optimal," sambungnya.
Setelah mengganti ban, penting untuk melakukan balancing dan wheel alignment. Hal ini bertujuan menjaga kestabilan kendaraan, mencegah getaran, serta memastikan keausan ban merata.
Selain itu, pemilik kendaraan juga disarankan untuk tidak hanya fokus pada harga atau merek populer. Kesesuaian spesifikasi dengan kendaraan tetap menjadi prioritas utama.