Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Serba Serbi Catalytic Converter Mobil Kesayanganmu, Pahami Sob!

Jumat, 29 Mei 2026
Serba Serbi Catalytic Converter Mobil Kesayanganmu, Pahami Sob!

Serba Serbi Catalytic Converter Mobil Kesayanganmu, Pahami Sob!

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Era kendaraan modern yang makin peduli terhadap lingkungan, Catalytic Converter atau katalis knalpot menjadi salah satu komponen vital untuk menekan tingkat polusi.

Letaknya berada di sistem pembuangan, tepatnya di bagian atas atau mendekati lubang exhaust. Komponen ini berfungsi menyaring zat berbahaya hasil pembakaran mesin seperti hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan nitrogen oksida (NOx) agar tidak langsung terbuang ke udara bebas.

“Catalytic Converter menyaring zat polutan melalui pelat berbahan platina berbentuk sarang lebah, sehingga gas buang yang keluar lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan,” kata Shendy Andhika dari Curb Motorsport.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Air Wiper, Ternyata Punya Fungsi Vital

Peran dan Fungsi

Tak hanya menurunkan emisi, Ia menjelaskan bahwa komponen ini turut membantu meredam suara knalpot, menjadikan suaranya lebih halus. Efek lainnya adalah peningkatan efisiensi pembakaran yang membuat tenaga mesin lebih optimal dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.

Meski canggih, Catalytic Converter bukan komponen yang bebas masalah. Penggunaan kendaraan di kondisi macet ekstrem atau konsumsi bahan bakar dengan kualitas rendah dapat menimbulkan sumbatan akibat residu pembakaran yang tak sempurna.

Baca Juga: Fungsi Fitur dan Teknologi Modern Pada Kaki-kaki Mobil

Efek Buruk

Akibatnya, performa kendaraan menurun drastis. Gejala paling umum berupa mobil sulit menanjak meski pedal gas diinjak penuh, munculnya getaran abnormal dari ruang mesin, hingga asap pekat dari knalpot disertai bau menyengat, indikasi bahwa emisi tidak tersaring optimal.

“Jika komponen ini sudah tersumbat, kinerja mesin jadi berat, bahan bakar lebih boros, bahkan bisa menyebabkan kendaraan mogok dalam kondisi tertentu,” sambungnya.

menyarankan agar pengguna segera melakukan pemeriksaan di bengkel jika gejala-gejala tersebut mulai terasa. Untuk kasus ringan, teknisi dapat melakukan pengecekan dan kalibrasi ulang melalui alat diagnostik berbasis komputer pabrikan.

Namun bila ditemukan kerusakan parah pada catalytic converter, penggantian harus dilakukan, karena setiap model memiliki spesifikasi dan jenis katalis berbeda.

Pemasangan katalis tidak bisa sembarangan. Jika salah spesifikasi, bisa memicu kerusakan lebih lanjut.

"Tips mencegah kerusakan lebih parah di catalytic converter adalah, gunakan bahan bakar dengan oktan sesuai standar pabrikan, hindari kebiasaan memanaskan mobil terlalu lama saat diam, periksa kondisi sistem pembakaran secara berkala dan jangan memodifikasi sistem knalpot tanpa pengawasan teknis," tutupnya.

Tags:

#Tips Mobil #Tips Berkendara #Catalytic Converter
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kipli

Hobinya di ranah otomotif terutama bidang modifikasi dan olahraga balap roda 2 dan 4, menuntunnya selepas pensiun di dunia tersebut menjadi jurnalis di kabaroto.com
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan