KabarOto.com - Sirkuit Silverstone membuka peluang untuk menggelar lebih dari satu balapan Formula 1 musim ini. Hal tersebut disampaikan CEO Silverstone, Stuart Pringle, sebagai respons atas ketidakpastian kalender akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.
Seperti diketahui, konflik di Iran berdampak pada pembatalan seri di Bahrain dan Arab Saudi. Kondisi ini membuat kalender F1 mengalami kekosongan cukup panjang, yakni sekitar lima pekan antara Grand Prix Jepang dan seri Miami.
Tawaran sebagai Opsi Darurat
Pringle menyatakan bahwa pihaknya telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah tambahan apabila diperlukan.
Menurut dia, pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi bukti bahwa Silverstone mampu menggelar lebih dari satu balapan dalam satu musim.
Saat itu, Silverstone termasuk salah satu sirkuit yang menggelar dua balapan, bersama Austria dan Bahrain, guna menjaga keberlangsungan musim di tengah berbagai pembatasan global.
"Kami siap membantu seperti saat pandemi. Jika dibutuhkan, kami tentu akan melakukannya," ujar Pringle yang dikutip dari Crash.
Ia menambahkan, meski jadwal sirkuit tergolong padat, pihaknya tetap bisa menyesuaikan agenda dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Jelang F1 Miami 2026, Tantangan Teknis dan Cuaca di South Beach
Ketidakpastian Kalender Balap F1
Hingga saat ini, kalender F1 2026 masih menyisakan sejumlah tanda tanya. Selain pembatalan di awal musim, ketidakpastian juga membayangi seri penutup di kawasan Timur Tengah, termasuk Qatar dan Abu Dhabi.
Pihak F1 sendiri belum mengambil keputusan final. Kepala komunikasi F1, Liam Parker, menegaskan bahwa situasi masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
"Situasinya terus berkembang dan sulit diprediksi. Kami masih memiliki waktu sebelum memasuki rangkaian balapan berikutnya," ujarnya.
Baca Juga: Istanbul Park akan Kembali Masuk Kalender Formula 1 pada 2027
Peluang Kecil Direalisasikan
Meski tawaran telah diajukan, wacana penambahan balapan di Silverstone dinilai masih belum pasti. Sejumlah pihak menilai kecil kemungkinan opsi tersebut diambil, mengingat F1 masih berharap dapat kembali menggelar balapan di Timur Tengah sesuai rencana awal.
Namun demikian, langkah Silverstone menunjukkan kesiapan sirkuit legendaris tersebut untuk kembali menjadi solusi di tengah situasi tidak menentu, seperti yang pernah dilakukan pada masa pandemi.