Strategi Ganda Mercedes-Benz: Menjawab Kebutuhan Logistik Lewat Truk Listrik dan Hidrogen

Kusnadi Chahyono
Kusnadi Chahyono
Jumat, 12 Juni 2026
Strategi Ganda Mercedes-Benz: Menjawab Kebutuhan Logistik Lewat Truk Listrik dan Hidrogen

Mercedes-Benz eActros 600 dan NextGenH2

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Raksasa otomotif komersial, Daimler Truck (induk perusahaan Mercedes-Benz Trucks), menegaskan komitmennya dalam mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi darat.

Tidak terpaku pada satu teknologi, Mercedes-Benz resmi menjalankan strategi jalur ganda (dual-track strategy) dengan menawarkan dua pilihan teknologi ramah lingkungan sekaligus kepada konsumennya, yakni berbasis baterai-elektrik (Battery Electric Vehicle / BEV) dan berbasis hidrogen (Fuel Cell Electric Vehicle / FCV).

Langkah taktis ini diambil karena disadari bahwa dunia logistik sangatlah beragam. Tidak ada satu jenis mesin tunggal yang bisa memenuhi semua kebutuhan operasional truk jarak jauh secara efisien.

Baca Juga: DCVI dan MTU Kolaborasi, Menghadirkan Standar Mutu Truk Mercedes-Benz

Melalui pendekatan bertajuk "at the speed of right", Mercedes-Benz memastikan kedua opsi kendaraan ini diperkenalkan hanya saat teknologi tersebut matang secara teknis dan bermakna secara operasional bagi keberlangsungan bisnis konsumen.

eActros 600
Pengantar logistik bertenaga listrik

Mercedes-Benz eActros 600: Andalan Logistik Berbasis Baterai Murni

Bagi konsumen dengan jalur distribusi yang terencana dan memiliki rute yang dapat diprediksi, Mercedes-Benz menghadirkan eActros 600. Truk listrik murni ini telah masuk dalam jalur produksi massal sejak tahun 2024 dan langsung menjadi pilihan utama untuk sektor angkutan jarak jauh (long-haul).

Di atas kertas, eActros 600 dibekali sistem baterai monster berkapasitas total 621 kWh yang terbagi ke dalam tiga paket baterai Lithium-Iron-Phosphate (LFP). Berkat karakteristik sel LFP, lebih dari 95 persen kapasitasnya dapat digunakan secara optimal.

Truk ini mampu menjelajah hingga 500 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh dengan kondisi beban maksimal (Gross Combination Mass hingga 44 ton dan kapasitas muatan bersih sekitar 22 ton).

Jarak tempuh harian bahkan bisa menembus lebih dari 1.000 kilometer memanfaatkan waktu istirahat wajib pengemudi untuk melakukan pengisian daya cepat (high-power charging).

Sektor daya tahannya pun tidak main-main, baterai ini dirancang memiliki usia operasional hingga 1,2 juta kilometer atau 10 tahun pemakaian dengan kondisi kesehatan baterai (State of Health) tetap di atas 80 persen.

Mercedes-Benz NextGenH2

Mercedes-Benz NextGenH2

Mercedes-Benz NextGenH2: Solusi Fleksibilitas Tinggi Berbahan Bakar Hidrogen

Sementara itu, untuk misi pengiriman yang menuntut fleksibilitas tinggi, rute lintas batas negara yang tidak menentu, serta minimnya infrastruktur pengisian daya listrik, Mercedes-Benz menyiapkan NextGenH2 Truck.

Berbeda dengan versi baterai murni, truk yang dijadwalkan memulai uji coba skala kecil (small-series deployment) pada akhir tahun 2026 ini membawa energi dalam bentuk hidrogen cair yang didinginkan ekstrem hingga minus 253 derajat Celsius.

Dua tangki terisolasi khusus yang terpasang di sisi sasis mampu menampung hingga 85 kilogram hidrogen cair. Di sepanjang perjalanan, sistem fuel cell onboard akan mengubah hidrogen dan oksigen dari udara menjadi energi listrik untuk menggerakkan roda, dengan satu-satunya residu berupa uap air yang ramah lingkungan.

Sistem ini disokong baterai penyangga (buffer battery) kompak berkapasitas 101 kWh yang berfungsi menyuplai tenaga tambahan saat akselerasi atau tanjakan curam, sekaligus menangkap energi regeneratif saat pengereman (recuperation).

Keunggulan utama varian hidrogen ini adalah jarak tempuh yang menembus lebih dari 1.000 kilometer serta durasi pengisian tangki yang sangat singkat, yakni hanya 10 hingga 15 menit saja, mirip seperti mengisi solar pada truk konvensional.

Mercedes?Benz NextGenH2 Truck
Menggunakan basis sama sebuah eAxle yang dikembangkan mandiri oleh Mercedes-Benz Trucks

Satu Basis Desain, Kenyamanan Berkendara yang Serupa

Menariknya, meskipun mengusung filosofi sumber energi yang bertolak belakang, Mercedes-Benz mempertahankan basis desain dan impresi berkendara yang identik pada kedua truk ini.

Baik eActros 600 maupun NextGenH2 digerakkan oleh komponen inti yang sama, sebuah eAxle (poros penggerak listrik) modular terintegrasi yang dikembangkan sendiri secara mandiri oleh Mercedes-Benz Trucks.

Unit kompak di antara roda belakang ini menyatukan motor listrik, komponen elektronik daya, dan transmisi otomatis 4-percepatan untuk menyalurkan torsi instan yang senyap sejak menit pertama dijalankan.

Dari sisi visual dan kenyamanan pengemudi, kedua truk mengadopsi kabin aerodinamis generasi terbaru bernama ProCabin, lengkap dengan fitur interior digital Multimedia Cockpit Interactive 2.

Fitur keselamatan aktif kasta tertinggi juga disematkan secara merata pada kedua model, mulai dari Active Brake Assist 6, Active Sideguard Assist 2, hingga Front Guard Assist demi menjamin standar keamanan premium khas Mercedes-Benz di jalan raya.

Mercedes-Benz berbasis baterai-elektrik (Battery Electric Vehicle / BEV) dan berbasis hidrogen (Fuel Cell Electric Vehicle / FCV
Struktur penempatan baterai eActros 600 dan komponen hidrogen NextGenH2 Truck

Baca Juga: Mercedes-Benz eActros 600 Bakal Kawal Tim F1 di Seri Eropa 2026

Pilihan Berimbang Sesuai Kebutuhan Bisnis

Pada akhirnya, kehadiran kedua lini komersial masa depan ini memberikan kebebasan penuh bagi para pelaku industri logistik untuk menentukan pilihan yang paling rasional demi efisiensi bisnis mereka. Pilihan tersebut kini terbagi secara berimbang berdasarkan kesiapan ekosistem operasional masing-masing perusahaan:

  • Pilih Baterai-Elektrik (eActros 600): Jika operasional bisnis Anda mengandalkan rute domestik yang tetap, terjadwal, dan didukung fasilitas pengisian daya mandiri di area depo atau stasiun pengisian publik yang telah mapan.
  • Pilih Hidrogen (NextGenH2): Jika bisnis Anda membutuhkan truk yang harus bergerak non-stop lintas wilayah dengan waktu rehat minimal (downtime kritis), membutuhkan daya jelajah ekstrem, serta menuntut kesiapan tangki penuh dalam hitungan menit tanpa bergantung pada jaringan listrik lokal.

Melalui penerapan strategi dual-track ini, Daimler Truck tidak hanya sekadar menjual armada kendaraan zero-emisi, melainkan menawarkan solusi dekarbonisasi yang fleksibel, realistis, dan berkelanjutan demi menjaga roda perekonomian global tetap berputar secara ramah lingkungan.

Tags:

#Mercedes-Benz EActros 600 #Mercedes-Benz NextGenH2 Truck #Truk Hidrogen #Truk Listrik

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan