KabarOto.com - Suzuki e Vitara diluncurkan di IIMS 2026 dengan harga Rp 700 jutaan. Di mana, mobil listrik ini mulai didistribusi mulai Februari tahun ini.
Detailnya, harga Suzuki eVitara dibanderol Rp 755 juta untuk single tone dan Rp 758 juta two tone.
Dony Ismi Saputra, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengungkap alasan harga Suzuki e Vitara yang lebih mahal dibanding mobil listrik Tiongkok.
Pabrikan berlambang S tersebut mengungkapkan alasan di balik e Vitara dibanderol cukup tinggi.
"Jadi harga ini mempresentasikan eksklusifitas dan kapabilitas Suzuki. Jadi itu adalah kunci, karena menurut kami e Vitara ini memiliki tempat tersendiri. Dan setiap produk juga memiliki positioningnya masing-masing," jelas Dony saat ditemui, Jum'at (13/2/2026).
Baca Juga: Suzuki di IIMS 2026, dari Mobil Listrik e VITARA hingga Inspirasi Modifikasi Jimny
Mobil Listrik Pertama Suzuki
Menurutnya, e Vitara merupakan bagian dari sejarah Suzuki. Merupakan salah satu step dari multi pathway, di mana telah memasuki baterai electric vehicle.
Alasan kedua adalah kapabilitas Suzuki berkaitan dengan SUV, serta kiprahnya di Indonesia dan dunia. Dia mengklaim Suzuki mempunyai rekam jejak yang panjang dan mempunyai kredibilitas di sana.
"Kami di Indonesia sudah 50 tahun dan kami merupakan salah satu, kami mungkin boleh mengklaim ya, sebagai salah satu produser otomotif, yang mempunyai rekam jejak panjang dan mempunyai kredibilitas di sana," ucapnya.
Baca Juga: Program Spare Part Suzuki di IIMS 2026, Konsumen Wajib Tengok
Spesifikasi Suzuki e Vitara
Sebagai informasi, Suzuki e Vitara dibangun menggunakan platform HEARTECT-e, dikembangkan khusus untuk kendaraan listrik. Struktur ini memungkinkan distribusi bobot lebih optimal, peningkatan efisiensi aerodinamika, serta ruang kabin lebih luas.
Secara performa, Suzuki e Vitara dibekali dengan baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh, dipadukan dengan motor listrik bertenaga 128 kW dan torsi 193 Nm melalui sistem eAxle berpenggerak roda depan.
SUV listrik ini juga mendukung pengisian cepat DC, yang memungkinkan pengisian daya dari 15 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 50 menit.

