KabarOto.com - Jika Sobat sering memperhatikan kendaraan bermuatan besar di jalan raya, pasti sadar bahwa truk dobel selalu memiliki dua pasang roda di setiap sisi poros belakangnya.
Penataan ganda ini bukanlah sekadar gaya atau desain tanpa alasan, melainkan sebuah kebutuhan teknis yang krusial. Alasan utamanya berkaitan erat dengan efisiensi industri transportasi, daya angkut beban, serta standar keselamatan berkendara.
Baca Juga: Parts Mobil Komersial yang Wajib Dicek Saat Gempuran Abu Vulkanik
Daftar Isi
Distribusi Bobot
Daftar Isi
Fungsi paling mendasar dari ban belakang ganda adalah untuk mendistribusikan muatan berat secara merata ke permukaan jalan. Truk pengangkut logistik kerap membawa beban hingga belasan bahkan puluhan ton. Jika beban sebesar itu hanya ditopang oleh satu ban di tiap sisi, tekanan pada titik tumpu akan sangat tinggi,
buka Tilank, ex Mekanik salah satu Perusahaan Otobus di Jawa Barat.
Dengan mendistribusikan bobot ke empat ban sekaligus di poros belakang, tekanan pada masing-masing ban berkurang secara signifikan sehingga mencegah kerusakan mendadak pada struktur ban.
Selain melindungi ban itu sendiri, pembagian beban ini bertujuan untuk menjaga keawetan infrastruktur jalan raya.
Tekanan titik (point pressure) yang terlalu tinggi dari muatan berat dapat dengan cepat merusak lapisan aspal dan menyebabkan jalan berlubang. Dengan area kontak ban ke jalan yang lebih luas, gaya tekan kendaraan terhadap permukaan bumi menjadi lebih terbagi. Hal ini membantu menekan risiko kerusakan jalan yang sering dipicu oleh kendaraan berbobot lebih (overload),
lanjutnya.
Baca juga:
Tips Efisiensi BBM Kendaraan Komersial Diesel, Ini Caranya
Faktor Keselamatan
Dari sudut pandang keselamatan, keberadaan ban ganda memberikan perlindungan ekstra berupa sistem cadangan (redundancy). Jika salah satu ban belakang mengalami kebocoran atau meletus saat truk melaju kencang, ban rekannya di sisi yang sama masih mampu menahan beban sementara waktu
Kondisi ini mencegah truk langsung hilang kendali, terguling, atau mengalami kecelakaan fatal, sehingga pengemudi memiliki jeda waktu yang cukup untuk menghentikan kendaraan secara aman di pinggir jalan.
Faktor keseimbangan dan traksi juga menjadi alasan penting lainnya. Roda belakang merupakan poros penggerak utama pada sebagian besar jenis truk. Kontak area yang lebih lebar ke permukaan jalan memberikan daya cengkeram (grip) yang jauh lebih optimal, terutama saat truk harus menanjak, melintasi jalan licin, atau membawa muatan penuh. Dua ban di tiap sisi juga menjaga kestabilan posisi kargo agar tidak mudah oleng saat kendaraan menerjang angin dari samping atau berbelok.

