KabarOto.com – Kemampuan off-road J6T CSH menjadi salah satu hal menarik yang KabarOto.com jajal langsung di Hongyang Mountain, China. Mobil ini punya karakter tenaga motor listrik yang spontan, membuat pengalaman melibas jalur tanah terasa berbeda. Begitu pedal gas diinjak, tenaga langsung terasa, tetapi pengemudi juga perlu pintar mengatur traksi, terutama saat menghadapi trek berlumpur.
Dalam pengujian di lapangan, respons tenaga tersebut membuat roda cukup mudah kehilangan cengkeraman ketika pedal gas diinjak terlalu dalam. Apalagi, unit yang digunakan masih memakai ban aspal, bukan Mud-Terrain (M/T) yang lebih sesuai untuk medan berlumpur.
Baca Juga: Chery J6T CSH Punya Jarak Tempuh 1.000 Km, Ini Teknologi di Baliknya
Bagi pengemudi yang belum terbiasa membawa mobil di jalur off-road, karakter ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Salah mengatur injakan gas, roda malah berputar tanpa menghasilkan traksi yang optimal.
Namun, buat KabarOto.com, justru di situ letak keseruannya!
Torsi Spontan, Menikung Jadi Lebih Menantang
Saat diajak menikung di jalur tanah, J6T CSH yang dibekali tenaga hingga 422 dk, torsi 505 Nm, serta ground clearance 220 mm. memperlihatkan karakter yang menarik. Ketika roda mulai kehilangan grip, mobil bisa mengalami power slide, membuat bagian belakang bergerak mengikuti arah tikungan.
Tentu, kondisi ini membutuhkan kontrol yang baik dari pengemudi. Tekanan pedal gas dan arah kemudi harus disesuaikan dengan kondisi permukaan lintasan yang terus berubah.
Ketika ban mulai terasa selip, mengurangi injakan gas bisa membantu meredam putaran roda. Setelah arah kendaraan kembali terkendali, tenaga dapat diberikan secara bertahap untuk membantu ban mendapatkan cengkeraman lagi.
Dari pengalaman KabarOto.com di balik kemudi, respons kendaraan terasa cukup membantu ketika mencari traksi. Selama injakan gas tidak berlebihan, mobil terasa mengikuti koreksi yang dilakukan pengemudi saat melewati tikungan.
Sensasinya pun berbeda dari sekadar melintasi rintangan dengan kecepatan rendah. Ada tantangan untuk memahami karakter tenaga sekaligus menjaga arah kendaraan agar tetap terkendali.
Ban Aspal Bukan Halangan, tapi Jadi Catatan
Satu hal yang cukup menarik dari pengujian ini adalah penggunaan ban aspal pada unit J6T CSH. Padahal, permukaan berlumpur membutuhkan pola tapak yang mampu memberikan cengkeraman lebih baik.
Ban Mud-Terrain (M/T) umumnya lebih sesuai untuk kondisi tersebut karena desain tapaknya ditujukan untuk membantu mendapatkan traksi di permukaan tanah dan lumpur.
Dengan ban aspal, pengemudi perlu lebih halus saat menyalurkan tenaga. Torsi motor listrik yang spontan memang menyenangkan, tetapi jika tidak dikontrol dengan baik, roda justru lebih mudah kehilangan grip.

Di sinilah kemampuan pengemudi membaca kondisi lintasan menjadi penting. Bukan sekadar mengandalkan tenaga, melainkan memahami kapan harus mengurangi akselerasi dan kapan kembali memberikan dorongan.
J6T CSH Punya Potensi untuk Penggemar Outdoor
Pengujian langsung di markas Chery, Wuhu, China, memberikan gambaran mengenai karakter J6T CSH ketika dihadapkan pada medan off-road. Respons tenaga motor listrik menjadi daya tarik tersendiri, sementara kondisi trek berlumpur menguji kemampuan pengemudi dalam menjaga traksi.
Buat penggemar aktivitas outdoor, karakter seperti ini tentu menarik untuk dieksplorasi. Namun, kemampuan melibas medan berat tidak hanya bergantung pada tenaga. Jenis ban, sistem penggerak, fitur kontrol traksi, dan kondisi lintasan juga berperan penting.
Bagi KabarOto.com, J6T CSH menawarkan pengalaman off-road yang seru berkat respons motor listriknya yang spontan. Karakter tersebut membuat mobil terasa sigap, bahkan memberikan sensasi power slide ketika ban kehilangan cengkeraman saat menikung.
Meski demikian, tenaga yang responsif menuntut pengemudi lebih cermat mengatur pedal gas. Apalagi, unit yang diuji masih menggunakan ban aspal di jalur berlumpur.
Baca Juga: Mengenal Teknologi REEV Chery J6T CSH
Kesimpulannya, J6T CSH punya modal menarik untuk dilirik penggemar outdoor. Karakter berkendaranya terasa menyenangkan ketika pengemudi sudah memahami respons tenaga dan mampu menjaga traksi. Akan lebih menarik jika kemampuan tersebut kembali diuji menggunakan ban yang memang dirancang untuk medan off-road.