KabarOto.com - Segmen SUV kompak di Indonesia saat ini dipenuhi oleh produk yang berorientasi pada kenyamanan dan kelengkapan fitur.
Namun, Mazda CX-30 mengambil pendekatan berbeda dengan tetap mempertahankan filosofi “jinba ittai” yang menjadi ciri khas Mazda, yakni menghadirkan koneksi antara pengemudi dan kendaraan.
Baca Juga: Bengkel Siaga Mazda Musim Mudik Lebaran 2026, Catat Titiknya, SobMazda CX-60 dan CX-80 untuk Mudik, Perhatikan Fitur Masing-masing
Diposisikan antara CX-3 dan CX-5, Mazda CX-30 hadir dengan dimensi yang proporsional untuk penggunaan perkotaan, namun tetap menawarkan kualitas rancang bangun yang solid. Kesan premium langsung terasa baik dari sisi eksterior maupun interior, sementara karakter berkendara yang dihadirkan memberikan nuansa yang lebih dekat dengan mobil-mobil Eropa, khususnya dalam hal pengendalian dan stabilitas.
Putaran Atas Responsif & Transmisi Sigap
Dari sektor performa, Mazda CX-30 mengandalkan mesin Skyactiv-G yaitu 4 silinder, DOHC, dan berkapasitas 2.000 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 155 dk dan torsi 200 Nm, yang disalurkan melalui transmisi otomatis 6-percepatan dengan penggerak roda depan. Kombinasi tersebut didukung teknologi G-Vectoring Control Plus yang berfungsi mengoptimalkan distribusi beban saat bermanuver, sehingga meningkatkan kestabilan kendaraan.
Dalam pengujian, karakter mesin Mazda CX-30 menunjukkan performa yang semakin terasa optimal pada putaran menengah hingga tinggi. Respons throttle disajikan secara linear dan progresif, sehingga memudahkan pengemudi dalam mengatur akselerasi, baik saat berkendara santai maupun ketika membutuhkan tenaga tambahan untuk mendahului kendaraan lain.
Baca Juga: Mazda MX-5 Miata Generasi Terbaru Siap Adopsi Teknologi Hybrid dan Bahan Bakar Sintetis
Saat pedal gas diinjak lebih dalam, mesin mampu memberikan dorongan tenaga yang konsisten hingga putaran atas tanpa terasa “kehabisan napas”. Karakter naturally aspirated yang diusung juga memberikan respons yang lebih natural tanpa jeda, berbeda dengan mesin turbo yang cenderung memiliki lag pada kondisi tertentu.
Dari sisi transmisi, kinerja 6-percepatan otomatis yang digunakan terasa selaras dengan karakter mesin. Perpindahan gigi berlangsung halus dalam penggunaan normal, namun tetap responsif ketika dibutuhkan akselerasi cepat. Transmisi mampu membaca gaya berkendara pengemudi dengan baik, menjaga putaran mesin tetap berada pada rentang optimal.
Kehadiran paddle shift juga memberikan opsi bagi pengemudi untuk mengambil alih kontrol perpindahan gigi secara manual, yang semakin memperkuat karakter fun to drive yang diusung.
Konsumsi BBM Irit untuk Mesin 2.000 CC
Salah satu aspek yang cukup menarik dari Mazda CX-30 adalah efisiensi bahan bakarnya. Dalam pengujian rute kombinasi sejauh 105 km, konsumsi bahan bakarnya tercatat mencapai 13,5 kpl. Pengujian dilakukan melalui rute kombinasi yang mencakup area Simprug, Kebon Jeruk, BSD, Gading Serpong, Pamulang, hingga Ciputat. Rute ini merepresentasikan kondisi berkendara harian, mulai dari lalu lintas padat hingga jalan yang lebih lengang.
Angka ini tergolong kompetitif untuk kendaraan dengan mesin 2.000 cc tanpa turbo, terlebih dengan bobot kendaraan yang berada di kisaran 1,4 ton. Efisiensi tersebut tidak terlepas dari penerapan teknologi Skyactiv yang mengoptimalkan pembakaran serta efisiensi energi.
Baca Juga: New Mazda CX-60 Sport Dapat Penyegaran, Dibanderol Rp718 Jutaan
Dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat, konsumsi bahan bakar tetap terjaga dengan baik. Sementara pada kondisi jalan yang lebih lancar, efisiensi dapat meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Mazda CX-30 mampu menghadirkan keseimbangan antara performa dan efisiensi, tanpa mengorbankan salah satu aspek secara berlebihan.
Suspensi Rigid Namun Handling Presisi
Mazda CX-30 menggunakan suspensi MacPherson Sturt pada bagian depan dan Torsion Beam Axle di bagian belakang. Karakter suspensi Mazda CX-30 cenderung lebih firm atau rigid dibandingkan mayoritas SUV kompak di kelasnya. Setelan ini mungkin terasa sedikit lebih kaku saat melintasi jalan bergelombang atau permukaan yang tidak rata, terutama pada kecepatan rendah.
Namun di balik karakter tersebut, terdapat keuntungan signifikan dalam hal pengendalian. Saat kendaraan melaju pada kecepatan menengah hingga tinggi, suspensi mampu menjaga stabilitas bodi dengan sangat baik. Gejala body roll saat menikung dapat diminimalkan, sehingga mobil tetap terasa planted di jalan.
Baca Juga: Mazda MX-5 Miata Interior Alcantara Dibanderol Rp511 Jutaan
Kemudi juga memberikan feedback yang cukup informatif, memungkinkan pengemudi merasakan kondisi permukaan jalan dengan lebih baik. Kombinasi antara setelan suspensi, sistem kemudi, serta teknologi G-Vectoring Control Plus menghasilkan handling yang presisi dan konsisten.
Hal ini menjadikan Mazda CX-30 tidak hanya nyaman digunakan sebagai kendaraan harian, tetapi juga menyenangkan saat diajak berkendara di jalur berkelok atau jalan dengan kontur dinamis.
Fitur Cukup Memadai
Dari sisi fitur, Mazda CX-30 menawarkan kelengkapan yang tergolong memadai untuk segmen SUV kompak premium. Sistem infotainment Mazda Connect dengan layar 8,8 inci menjadi pusat kendali berbagai fungsi hiburan dan informasi, yang dapat dioperasikan melalui commander control di konsol tengah.
Dukungan Apple CarPlay dan Android Auto memastikan konektivitas dengan perangkat smartphone berjalan dengan baik. Sementara itu, sistem audio Bose dengan 12 speaker menghadirkan kualitas suara yang jernih dan imersif.
Fitur kenyamanan lain seperti dual zone automatic climate control, head up display, wireless charger, serta kursi berlapis kulit dengan pengaturan elektrik semakin memperkuat kesan premium di dalam kabin. Tidak ketinggalan, fitur keselamatan dan kemudahan berkendara seperti 360 view monitor, rear camera, serta electronic parking brake dengan auto hold turut melengkapi.
Baca Juga: Kisah Kedigdayaan Mazda 787B di Balap Le Mans yang Legendaris
Secara keseluruhan, Mazda CX-30 mampu menghadirkan paket yang seimbang antara performa, efisiensi, serta kenyamanan. Pendekatan yang lebih berorientasi pada pengemudi menjadi nilai pembeda utama, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara yang lebih dari sekadar alat transportasi.
Spesifikasi Mazda CX-30 Grand Touring
| Properti | Mazda Indonesia |
| Model | Mazda CX-30 Grand Touring |
| Harga | Rp 585.500.000 |
| Dimensi | Panjang 4.395 mm, lebar 1.795 mm, dan tinggi 1.540 mm |
| Sumbu Roda | 2655 mm |
| Mesin | Skyactiv-G DOHC 2.000 cc Naturally Aspirated |
| Tenaga | 155 dk @6.000 rpm |
| Torsi | 200 Nm @4.000 rpm |
| Transmisi | Otomatis 6 percepatan |
| Penggerak | Roda depan |
| Suspensi | MacPherson Sturt (depan), Torsion Beam Axle (belakang) |
| Rem | Carkram (depan & belakang), ABS |
| Pelek & Ban | 18 inci, 215/55 R18 |
| Konsumsi BBM | 13,5 kpl |
| Rute Pengujian | Simprug - Kebon Jeruk - BSD - Gading Serpong - Pamulang - Ciputat (105 Km) |