Ventilator Buatan Mercedes Bantu Banyak Pasien Covid-19

Ventilator Buatan Mercedes Bantu Banyak Pasien Covid-19

KabarOto.com - Alat bantu pernapasan berbiaya rendah yang dikembangkan Mercedes High Performance Powertrains, bekerja sama dengan University College London dan University College London Hospital telah digunakan di lebih dari 15 negara.

Alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) digunakan sebagai alat bantu pernapasan pagi penderita Covid-19. Namun, terbatasnya pasokan di Inggris, menjadikannya ventilator itu sulit diproduksi massal dengan murah serta cepat.

Hanya butuh 100 jam dari pertemuan pertama, antara Mercedes HPP, dan dokter dari UCL dan UCLH, untuk memproduksi perangkat CPAP UCL-Ventura pertama pada 2020 lalu, dengan pabrik Mercedes di Brixworth, Inggris, dipilih sebagai tempat memproduksinya.

Baca juga: Mercedes AMG GT-R Dan C 63 S Estate Masih Dipakai Jadi Safety Car Dan Medical Car F1 2021

Ventilator buatan Mercedes-Benz tersebut kini telah dikirim ke sekitar 130 rumah sakit di Inggris, Palestina, dan Uganda. Bahkan juga diproduksi secara lokal di negara-negara, seperti India, Pakistan, Afrika Selatan serta Meksiko.

“Terjadi perubahan nyata di Inggris sejak awal pandemi, dengan lebih besarnya penggunaan CPAP, rumah sakit menyadari ini adalah strategi efektif, dan terpenting menghemat sumber daya perawatan intensif bagi pasien sakit parah,” ujar konsultan perawatan kritis UCLH, Profesor Mervyn Singer, melansir situs resmi Formula 1.

Profesor Mervyn Singer menambahkan, penggunaan ventilasi mekanis telah turun sebesar 26%, perawatan intensif berkurang setengahnya bagi mereka yang selamat, dan angka kematian menurun.

Blueprint untuk perangkat UCL-Ventura dan informasi manufaktur juga sudah bisa diakses gratis secara online, dengan lebih dari 1.900 tim di 105 negara telah mengunduh perangkat tersebut.

Mercedes-Benz Afrika Selatan turut menyumbangkan 1.000 alat bantu pernapasan ke rumah sakit setempat. Serta satu perusahaan lagi telah memproduksi 18.000 CPAP menggunakan desain yang disediakan untuk kebutuhan mendesak di rumah sakit.

Baca juga: Begini Launching Dan Pejelasan Ferrari SF21

Sedangkan ventilator yang diproduksi di Inggris juga telah disumbangkan ke dua rumah sakit di Uganda dan lima di Palestina, dengan lebih dari 700 dokter serta perawat terlatih untuk menggunakannya.

Sebenernya Mercedes-Benz bukan satu-satunya yang ikut ambil bagian dalam perang melawan wabah Covid-19. Sejumlah tim F1 dan anggota tim turut membantu selama pandemi, misalnya Bos Pirelli yakni Mario Isola, menjadi sukarelawan sebagai pengemudi ambulans dan paramedis.

Lalu petugas kesehatan dari Williams kembali ke NHS (National Health Service) selama puncak pandemi 2020, sebanyak tujuh tim F1 bergabung dalam Proyek Pitlane tahun lalu.