Volume Penjualan Moge Terjun Bebas Di Periode Awal 2017

Volume Penjualan Moge Terjun Bebas di Periode Awal 2017 Foto: bmspeed7.com

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat volume penjualan motor gede (moge) kelas 251 cc ke atas periode Januari hingga Februari 2017 terjun bebas dibanding periode yang sama tahun lalu. Di periode tahun ini, penjualan moge hanya sebanyak 46 unit. Sementara penjualan moge pada periode yang sama tahun lalu mencapai 107 unit. Minus 61 unit.

Menurut Ketua AISI, Johannes Loman, anjloknya penjualan moge tahun ini menunjukkan daya beli masyarakat yang melemah. Terlebih harga jual moge terbilang mahal dan diimpor utuh atau CBU (completely built-up).

“Pasar moge tetap ada meski kecil. Peminatnya juga masih rendah di Indonesia,” ucap Johannes.

Hingga kini, lanjut Johannes, produsen dalam negeri masih enggan untuk memproduksi mode karena alasan belum memenuhi skala ekonomis. Selain itu, ada kendala-kendala lain yang juga turun membuat loyo pasar moge di dalam negeri.

“Biaya merakit moge di dalam negeri tak sebanding dengan keuntungan yang bakal diperoleh. Apalagi turn-over-nya juga lama,” kata Johannes.

“Belum lagi soal pengiriman produk dari luar ke sini yang acap telat datang,” imbuh Johannes yang juga menjabat sebagai wakil presiden direktur PT Astra Honda Motor (AHM).

Secara terpisah, Deputi Departemen Head Sales & Promotion Division PT Kawasaki Motor Indonesia, Michael Chandra Tanadhi, turut mengakui anjloknya penjualan moge.

Sebagai perbandingan, katanya, penjualan Kawasaki dalam dua bulan awal tahun ini sebanyak 36 unit. Padahal tahun lalu pada periode yang sama bisa mencapai 72 unit.

“Saya akui memang sulit untuk berjaya di pasar moge dalam negeri. Tapi kami tetap harus berjualan,” katanya sembari menambahkan target penjualan moge Kawasaki tahun ini hanya 400 unit atau lebih rendah dari pencapaian tahun lalu yang mencapai 469 unit.