Wah, Libur Nataru Jadi Seru Rest Area Tol Trans Jawa Dipenuhi Jajanan UMKM

Wah, Libur Nataru Jadi Seru Rest Area Tol Trans Jawa Dipenuhi Jajanan UMKM

KabarOto.com - Akses menuju satu kota ke kota lain di Indonesia kini semakin mudah berkat jalan tol yang semakin banyak. Ruasnya kini meluas ke berbagai kota membuat efisiensi waktu tempuh para pengguna, terutama saat momen libur Lebaran dan Nataru seperti saat ini.

Selain kondisi jalan, Pemerintah dan Kemeterian PUPR terus mendorong Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memenuhi dan meningkatkan fasilitas.

Baca Juga: Pakai Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek II Elevated, Ini Rest Area Terdekat

Salah satu aspek yang harus diperhatikan yaitu Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area perlu diperhatikan kelengkapan fasilitasnya, kebersihan, kerapihan, dan komposisi ruang usaha bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Rest area tidak hanya akan menjadi sekadar tempat istirahat, karena perekonomian dapat berkembang disana. Para pelaku UMKM dapat memanfaatkan tempat tersebut untuk mempromosikan merek dan produk lokal, termasuk di bidang kuliner.

Fasilitas jalan tol ini juga mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo untuk terus meningkatkan jumlah produk-produk UMKM yang mengisi sentra ekonomi di kawasan infrastruktur.

"Jalan tol dari Lampung sampai Aceh pasti akan banyak rest area, baik yang sudah jadi maupun masih konstruksi. Rest area tolong diisi dengan brand lokal," ujar RI 1.

Baca Juga: Tinjau Tol Trans Jawa Jelang Nataru, Komisi V DPR RI: PUPR Perhatikan Tol Mojokerto-Kertosono

Sejauh ini sebanyak 10 ruas Tol Trans Jawa memiliki 46 TIP dan diisi 877 tenant. Komposisinya yaitu 824 tenant retail lokal (94%) dan 53 tenant retail asing (6%). Salah satunya rest area Km 519 B di jalan Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi, dari 24 tenant semuanya diisi dengan merek dan produk lokal untuk kategori kuliner. Seperti Bakmi Soker, Ayam Bakar Mbah Solo, dan toko oleh-oleh khas Solo.

Rest area km 429 B ruas Semarang-Solo terdapat 11 tenant yang berisikan UMK kuliner dengan merek dan produk lokal seperti Tela-tela, Kebab Asiz, dan lainnya yang sudah memiliki cabang di Indonesia.

Adapun di rest area Km 726 B ruas Surabaya - Mojokerto terdapat 27 tenant yang 93%-nya merupakan UMK lokal di bidang kuliner seperti Bebek Sinjay, Sego Sambel Bu Jum, Pecel Rawon Bu Gembrot yang merupakan kuliner asli lokal Jawa Timur.