Pada bagian setang, posisi kanan terdapat tombol sinyal hazard, starter dan engine cut off. Sedangkan di bagian kiri, terdapat tombol sein, lampu beam, dan posisi yang posisi yang agak janggal untuk yang tak biasa memencet tombol klakson di bagian kanan atas.

Berbicara setang, tentu berpengaruh pada riding position, apalagi varian terbaru ini lebih pendek sekitar 22mm dan lebar 35mm dari pendahulunya. Memang, sudah kodratnya motor jenis sport seperti ini mengharuskan ridernya membungkuk, namun rider berpostur 185 cm tak terlalu terasa pegal, berbeda dengan komentar rider dengan tinggi badan 170 cm yang bilang lebih suka dengan riding position R25 sebelumnya.

Masuk ke sektor dapur pacu, diatas kertas, motor ini masih mengusung mesin yang sama dengan pendahulunya, yakni 2 silinder segaris berkapasitas 250 cc injeksi dengan tenaga 35,5 dk dan torsi 23,6 Nm. Dengan kategori overbore, karakter putaran bawah mesin ini cenderung halus dan jinak, mulai beranjak cepat ketika gas dipelintir diatas putaran mesin 4000 rpm.

Baca Juga: Test Ride - Kencan Seminggu Dengan Royal Enfield Classic 500

Lanjut Baca lagi