
Namun jika hal tersebut menyurutkan niat test rider kami, jawabannya adalah tidak. Karena sepanjang jalan daerah Ciseeng bahkan beberapa titik menuju Ciletuh, Jawa Barat yang terkenal memiliki kontur bergelombang pun, motor dengan tinggi 1.425 mm ini tetap menunjukkan performanya yang baik.
Menurut data spesifikasi, jarak travel suspensi depan dan belakangnya pun sengaja dibuat lebih tinggi 1 inci (11.0 di depan & 10.3 di belakang) dibanding saudaranya CRF 250 L, sebagai kompensasi bobotnya yang juga lebih berat.
Yang perlu diingat, CRF 250 Rally ini cocok untuk postur tubuh dengan tinggi di atas 170 cm.
Jika tinggi Anda di bawah angka tersebut, siap-siap mencari trotoar atau tumpuan saat berhenti, karena bobot motor 155 kg pun tergolong berat untuk ditopang, kecuali jika Anda seorang atlet angkat besi atau gym freak.

Cooling system motor ini pun diuji seketika melewati kemacetan di daerah Cibadak dan Cimelati menuju Sukabumi. Namun kenyataannya untuk kelas 250 cc, motor ini tergolong dingin karena hawa panas yang menyembur ketika kipas radiator beroperasi hanya sedikit terasa di paha dan lutut, setidaknya hal tersebut sirna dengan sendirinya terganti euforia bersama teman-teman di perjalanan menunggu kejutan pemandangan di destinasi akhir.
Baca Juga: Profil - Honda CRF 250 Rally 2017