Dimensi
Bila dibandingkan dengan model lain, Cafe Racer memiliki dimensi yang paling rendah. Motor bergaya balap tersebut memiliki tinggi 1.066 mm, bila diukur dari tanah hingga tabung minyak rem (brake reservoir).
Sedangkan Icon dan Full Trhottle memiliki tinggi yang sama, masing-masing 1.455 mm. Sementara Dessert Sled menjadi yang paling tinggi, dengan 1.213 mm. Untuk lebarnya, Cafe Racer memiliki ukuran 875 mm, diukur dari jarak antar spion bar-end yang ditempatkan di ujung setang.
Ducati mengklaim, bahwa Cafe Racer cocok untuk digunakan oleh rider dengan berbagai postur badan, karena memiliki jarak dari tanah ke jok single seaternya hanya 805 mm, sehingga mudah dijangkau oleh kaki.
Baca juga: Baru Datang, Ducati Panigale V4 S Pertama Di Indonesia Sudah Terjual
Sasis dan kaki-kaki
Ducati Scrambler Cafe Racer, menggunakan sasis tipe Tubular Steel Stellis Frame yang menghasilkan handling mumpuni dan rigid. Apalagi dengan ditambah penggunaan upside down Kayaba berukuran 41mm di depan, berpadu dengan sokbreker dari merek yang sama di bagian belakang, namun dengan fitur pre-load adjustable.
Untuk bagian roda, Cafe Racer menggunakan Pelek 10 spoke alloy berukuran 3.00 x 18 inci di depan. Pelek berwarna hitam tersebut lantas dibalut ban Pirelli MT 60 RS berukuran 110/80R18.
Sedangkan di bagian belakang, menggunakan pelek 10 spoke light alloy berukuran 5.50 x 17 inci, dan dibalut dengan karet bundar Pirelli MT 60 RS berukuran 180/55R17.
Mesin
Sama seperi model lainnya, Ducati Scrambler Cafe Racer dipersenjatai dengan mesin berkapasitas 803 cc L-Twin, Desmodromic distribution, 2 valves per cylinder, electronic fuel injection.
Di atas kertas, mesin dengan sistem pendingin udara tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 73 dk pada putaran mesin 8.250 rpm dan torsi sebesar 67 Nm saat putaran mesin di angka 5.750 rpm.
Tenaga yang terbilang cukup besar tersebut, lantas disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual hydraulically controlled slipper and self-servo wet multiplate clutch, 6 percepatan.
Dapur pacu dengan ukuran bore x stroke 88 x 66 mm serta kompresi 11:1 tersebut, disebut sangat responsif untuk digunakan di lalu lintas perkotaan, namun juga mumpuni untuk diajak melintasi jarak jauh seperti saat turing.
Emisi yang dihasilkan, juga diklaim ramah lingkungan karena telah memenuhi standar emisi Euro 4. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena, di dalam knalpot berbahan stainless steel Cafe Racer, telah disematkan komponen catalytic converter.
Baca juga: Manajemen Baru Ducati Tingkatkan Layanannya, Ada Free Service 2 Tahun Lho!