Baca juga: Test Drive Hyundai Staria Signature 7, Kabin Lega, Mewah Dan Nyaman
Fitur
Hyundai Kona Electric tersedia dengan berbagai fitur keselamatan dan bantuan mengemudi untuk menambah ketenangan saat mengemudi. Tersedia Smart Cruise Control (SCC) dan mencakup fungsi stop-and-go, Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA) telah ditingkatkan, mengaktifkan rem kendaraan untuk membantu mencegah tabrakan jika kendaraan lain terdeteksi di dekat sudut belakang (blind spot) dan pengemudi mencoba untuk mengubah jalur. penyesuaian batas kecepatan yang dipasang di jalan raya antarnegara bagian.
Fitur lainnya adalah Forward Collision-Avoidance Assist (FCA) dengan deteksi pejalan kaki dan pengendara sepeda. FCA menggunakan sensor radar selain kamera untuk membantu mendeteksi potensi tabrakan dengan lebih baik. Jika sistem mendeteksi potensi tabrakan tabrakan dan pengemudi gagal bereaksi tepat waktu, mungkin secara otomatis mengerem.
Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist (RCCA), berfungsi untuk membantu menghindari tabrakan saat mundur dengan mengerem jika kendaraan lain terdeteksi. Collision Warning, yang memberikan peringatan. Keamanan lain yang tersedia yang berfokus terutama pada perlindungan anak-anak, Safe Exit Warning (SEW) dapat memperingatkan penumpang untuk keluar dari kendaraan jika belum aman untuk melakukannya.
Dengan fitur Lane Following Assist (LFA) dan Lane Keeping Assist (LKA), mengemudi jarak jauh menjadi lebih santai dan menyenangkan. Tekan tombol pada setir untuk mengaktifkannya, maka kendaraan akan menyetir sendiri mengikuti garis marka jalan. Akan memerintahkan pengemudi memegang kemudi, hal itu untuk membuat tetap waspada. Bukan berarti ini mode berkendaraan otonom loh.
Performa
Jantung mekanis Hyundai Kona Electric mengandalkan permanent-magnet synchronous electric motor (PMSM), dengan tenaga maksimal mencapai 134 dk efisiensi tinggi yang disuplai oleh baterai lithium-ion tegangan tinggi. Motor mengembangkan torsi 395 Nm yang didistribusikan ke depan Roda.
Dengan baterai berkapasitas 39,2 kWh, Kona Electric menghasilkan jarak tempuh yang cukup untuk berkendara sehari-hari. Dengan jarak tempuh maksimal hingga 305 km, kondisi jalan mulai dari baterai dalam kondisi penuh 100%.
Akselerasi mobil ini cukup cepat, seperti kebanyakan mobil listrik. Melaju dari kecepatan 0-100 kpj hanya dalam 9,9 detik, motor listriknya dengan cepat mendistribusikan 100 persen daya torsi, untuk tenaga perpindahan yang kuat dan kecepatan akselerasi dari posisi diam.
Pada saat pengujian, konsumsi listriknya untuk luar kota yaitu perjalanan dari Jakarta menuju Cigombong (PP) dengan menggunakan jalan tol, angka 13,2 km/kWh untuk jarak 147,2 km dengan perjalan dilakukan pada malam hari. Sedangkan konsumsi listrik dalam kota mencapai 9,3 km/kWh dengan menempuh perjalanan Bogor menuju BSD City (PP) melalui jalan biasa, melewati pasar Parung hingga Pamulang yang agak macet, menghabiskan jarak 94,4 km dengan perjalanan jelang siang hari.
Biaya Listrik
Pengisian daya Kona Electric sangat fleksibel. Dapat melalui AC charger, DC fast charger yang hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam sampai 80% daya baterai. Dan juga melalui portable charger yang dapat terhubung ke stop kontak arus listrik rumah tangga (minimal 2.200 VA).
Sebagai gambaran, KabarOto melakukan perjalanan dari Bogor ke BSD City dan kembali lagi menuju Bogor, jarak tempuh totalnya adalah 94,4 km. Ketika melakukan pengecasan menghabiskan 11,42 kWh untuk 1 jam lebih sedikit waktu pengecasan. Jika dihitung biaya per kWh untuk listrik R-3/TR (6.600 VA ke atas), sebesar Rp 1.699,53 per kWh. Maka biaya perjalanan perhari tersebut adalah Rp 19.408,6326, jika dalam 1 bulan dengan hitungan 20 hari kerja, maka biaya perbulannya adalah Rp 388.172,652 dan ini belum termasuk biaya jalan tol.
Silahkan anda bandingkan dengan biaya kendaraan bensin sebulan, tanpa memasukan biaya tol yah.
Baca juga: Ini Perbedaan Hyundai Palisade Facelift Dengan Sebelumnya
Spesifikasi
| Properti | Hyundai Motors Indonesia (HMID) |
| Harga | Rp 742.000.000 |
| Dimensi (PxLxT mm) | 4.205 mm (panjang), 1.800 mm (lebar), 1.570 mm (tinggi) |
| Sumbu Roda | 2.600 mm |
| Bobot | 2.020 kg |
| Mesin | Permanent-magnet synchronous electric motor (PMSM) FWD |
| Tipe Baterai | Lithium-ion Polymer |
| Kapasitas Baterai | 39,2 kWh |
| Battery Voltage | 327 V |
| Battery Power Output | 34 kW |
| Jarak Tempuh Maksimal | 345 km (klaim) |
| Transmisi | Single Speed Reduction Gear |
| Tenaga | 134 dk |
| Torsi | 395 Nm |
| Suspensi | MacPherson strut (depan), Multi-link (belakang) |
| Rem | ABS+EBD, Cakram ventilasi (depan), cakram (belakang) |
| Jarak Pengujian | 460 km |
| Rute Pengujian | Bogor-Parung-BSD City-Jakarta-Ciawi-Cigombong |
| Konsumsi Listrik | 13,2 km/kWh (luar kota), 9,3 km/kWh (dalam kota) |