Bentuk standar Ace Scrambler sudah scrambler banget. Namun ada beberapa yang berbeda. Misalnya knalpot. Knalpot Ace Scrambler masih berada di bawah layaknya motor-motor non scrambler.
Bisa jadi, tujuannya, agar paha pembonceng tak merasakan hawa panas.
Dari pandangan pertama, motor ini terlihat nyaman dikendarai. Joknya panjang. Lumayan tebal.
Setangnya relatif tinggi nan lebar. Tidak berlebihan bungkuknya. Tak terlalu tegap juga.
Posisi pijakan kakinya juga ok.
Benar saja. Begitu KabarOto menggeber motor ini ke Cileteuh posisi dudukan motor ini tak bikin pegal meski diajak jalan jauh. Jalanan Tangerah-Cileteuh jaraknya sekitar 200 km.
Ace Scrambler yang memiliki tinggi dudukan 785 mm begitu pas untuk postur rata-rata orang Indonesia yang tingginya 166-175 cm.
Kenyamanan ini juga didukung dengan kaki-kaki yang menggunakan pelek 17 inch di kedua rodanya. Ban yang membalutnya berukuran 110/70-17 di bagian depan. Sedangkan di belakang berukuran 130/70-17.
Jenis bannya pun dual purpose. Jadi, di jalanan aspal oke. Di jalanan berpasir ban ini juga tak kehilangan daya cengkeramnya.
Sangat cocok dipakai ke Cileteuh yang di beberapa jalannya masih rusak dan berpasir.
Berbeda dengan saudaranya Misfit 250 yang sudah menggunakan sokbreker upside down, sokbreker depan Ace Scrambler masih teleskopik. Meski terasa lebih sedikit keras, namun itu tak menjadi masalah. Seperti itulah sensasi menunggangi scrambler.
Baca Juga: Profil - Cleveland Misfit 250, Menikmati Gaya Klasik Cafe Racer
Begitu masuk kawasan Cikidang, Sukabumi yang mulai berkelak-kelok dengan tanjakan dan turunan, kami mulai menemukan karakter Ace Scrambler yang asyik.