Tak hanya itu, ada 4 Riding Mode khusus untuk Aprilia Tuareg 660. Dari total 4 Riding Mode yang ada, 2 diantaranya didedikasikan untuk berkendara di jalan raya, satu khusus untuk berkendara off-road, dan satu lagi dapat disesuaikan pada mode Individual.
Mode Urban untuk berkendara sehari-hari, dikalibrasi dengan mempertimbangkan keselamatan dan ABS aktif di kedua channel.
Mode Explore untuk perjalanan menyenangkan di jalan, dapat dikalibrasi agar pengendara dapat menikmati rute sepenuhnya. ABS aktif di kedua channel.
Mode Offroad, yakni khusus untuk pengendaraan off-road, dengan minimum kontrol traksi dan engine brake. Setting mesin ini adalah yang paling 'liar' mudah diatur dalam hal pengiriman tenaga. ABS dinonaktifkan pada rem belakang juga dapat dinonaktifkan pada rem depan, namun tidak disarankan untuk pengendara pemula.
Mode Individual, yang memungkinkan pengendara melakukan setting kontrol elektronik sepenuhnya.
Mesinnya sendiri memiliki konfigurasi 2 silinder paralel dan klaimnya sanggup memproduksi tenaga sebesar 80 dk dan torsi 70 Nm. Lantas bagaimana performa keseluruhan motor yang didesain mirip untuk balap Paris-Dakar ini?
Ternyata, meski menggunakan mesin yang sama dengan tipe super sportnya yakni RS 660, tenaga yang diproduksi berbeda, pada motor fairing tersebut, mesinnya sanggup menghasilkan 100 dk dengan torsi yang lebih rendah yakni 66,4 Nm.
Bukan tanpa alasan, torsi yang lebih besar tersebut memang sengaja untuk digunakan di lintasan offroad. Terbukti waktu test rider KabarOto menungganginya dengan mode offroad, torsi motor ini memang lebih ganas dibandingkan tipe fairingnya yang bermain di putaran mesin atas.
Lintasan trek Pagedangan pun bersahabat untuk motor jenis ini, tidak ada yang terlalu ekstrem untuk motor sekelas Tuareg 660 ini, seperti mengitari trek dengan permukaan gravel, bebatuan, dan lompatan.
Baca Juga: Spare Parts Piaggio Zip Mahal Dan Sulit? Obatnya Suku Cadang Motor Jepang Dan Korea

Meski demikian, sedikit bisa disimpulkan torsi dan suspensi Aprilia Tuareg 660 relatif diuji. Test rider KabarOto menyimpulkan, sebanyak 3 putaran menggunakan motor berkelir acid gold tersebut memang mengasyikkan.