
Motor dengan kategori overstroke ini punya spesifikasi bore x stroke di angka 84 mm x 90 mm dengan perbandingan kompresi 8,5:1. Impresi Kabaroto saat mulai mengendarai motor ini sedikit unik karena terkadang ketika memindahkan gear rasanya seperti menggunakan gardan dengan bunyi khasnya, padahal motor ini masih menggunakan rantai.
Memang, mesin twin spark ini terasa relatif bergetar ketika kita mengendarainya terutama di bagian handlebar, namun sebagian justru memang ada yang mencari sensasi tersebut dari sebuah motor klasik, dan sebagian lagi memilih untuk menggunakan motor ini untuk cruising di gear tinggi agar meminimalisir getaran.
Namun, desain saklar-saklar/ switch pada handlebarnya sedikit menjadi pemandangan yang rasanya agak ganjal karena tak mengikuti konsep vintage dari keseluruhan motornya.
Baca Juga: Melibas Jalanan Serpong Sampai Ciletuh Dengan Honda CRF 150