
Bagian kaki-kakinya tak perlu diragukan lagi, suspensi teleskopik berdiameter 35 mm di bagian depan sanggup meredam jalanan yang bergelombang dengan baik dengan travel 130 mm. Tambahan suspensi pada bagian jok rider yang bukan sekadar pajangan, memberikan kenyamanan tambahan saat berkendara.
Sedikit berbagi pengalaman ketika menempuh kecepatan 120 kpj, seketika motor terasa agak limbung di roda depan, pun ketika saat downshift di braking point bagian belakang motor sedikit slide. Namun bisa jadi karena kemudi unit test ride yang Kabaroto jajal belum di adjust pada bagian steeringnya.
Jok bagian belakang pun cukup nyaman untuk menopang boncenger berbobot maksimal 80 kg, dibantu dengan suspensi Twin gas charged shock absorbers 5-step adjustable preload dengan travel 80mm. Namun besi/ behel yang terdapat di jok belakang terbilang sedikit mengganggu boncenger untuk duduk dengan leluasa.
Baca Juga: Test Drive DFSK Glory 580: Tenaga 150 DK Menaklukkan Ciletuh